Rabu, 10 JUNI 2026 • 08:04 WIB

Benarkah Ted Bundy Pernah Membantu Polisi Menangkap Pembunuh Berantai saat Masih di Penjara?

Author

Ted Bundy menangkap Green River Killer? (Prime Video/Instagram)

INDOZONE.ID - Pada tahun 1991, penonton bioskop terpukau oleh film thriller The Silence of the Lambs, yang mengisahkan seorang agen FBI memburu pembunuh berantai bernama Buffalo Bill dengan bantuan seorang psikopat yang dipenjara, Hannibal Lecter.

Namun jauh sebelum film itu dirilis, situasi serupa ternyata pernah terjadi di dunia nyata. Bedanya, target perburuan saat itu adalah Green River Killer, sementara sosok “Hannibal Lecter” di kehidupan nyata adalah Ted Bundypembunuh berantai terkenal yang membantu polisi dari balik penjara.

Pencarian terhadap Seorang Psikopat

Pada Juli 1982, dua anak laki-laki yang sedang bersepeda di dekat Green River, Washington, antara kota Seattle dan Tacoma, menemukan sesuatu yang mengerikan. Di bawah sebuah jembatan, tersangkut tubuh seorang wanita yang telanjang, hanya mengenakan celana jeans yang melilit lehernya.

Korban kemudian diidentifikasi sebagai remaja pelarian yang bekerja sebagai pekerja seks.

Tak lama kemudian, beberapa jasad lain ditemukan di sekitar Green River. Para korban memiliki latar belakang yang mirip: perempuan rentan dan termarginalkan. Polisi mulai menyadari bahwa mereka sedang menghadapi seorang pembunuh berantai.

Baca juga: 5 Pembunuh Berantai yang Berakhir Tragis Akibat Perbuatannya Sendiri

Banyak korban diketahui berkaitan dengan area jalan raya dekat bandara Sea-Tac Seattle, wilayah yang dikenal dengan sebutan “the strip”. Pada era 1970–1980-an, tempat itu terkenal sebagai kawasan kumuh yang dipenuhi klub tari telanjang, narkoba, dan prostitusi.

Polisi pun mengawasi kawasan tersebut, mencoba mencari tahu siapa di antara para pelanggan, kriminal kecil, dan orang-orang biasa yang sebenarnya adalah seorang pembunuh berantai. Daftar tersangka terus bertambah, tetapi penyelidikan tetap menemui jalan buntu.

Surat Mengejutkan dari Ted Bundy

Pada Oktober 1984, tim investigasi Green River Killer menerima surat mengejutkan dari seorang narapidana hukuman mati di Florida. Pengirimnya adalah Ted Bundy.

Baca juga: Seperti Apa Isi Otak Ted Bundy? Jadi Barang Langka yang Diincar Para Peneliti

Bundy menawarkan bantuannya untuk membantu menangkap Green River Killer.

Dua penyelidik utama, Robert Keppel—yang dulu juga memburu Bundy—dan Dave Reichert, tentu curiga dengan motif Bundy. Apakah ia hanya mencari perhatian? Atau iri karena Green River Killer lebih banyak mendapat sorotan media?

Dave Reichert kemudian berkata: “Saya pikir dia cemburu karena Green River Killer saat itu mendapat semua perhatian media. Bundy sudah dipenjara, jadi dia mulai dilupakan.”

Meski demikian, Keppel dan Reichert merasa tidak ada ruginya mencoba. Mereka pun terbang ke Florida untuk menemui Bundy secara langsung.

Analisis Mengejutkan dari Seorang Pembunuh

Dalam pertemuan dan surat-menyurat berikutnya, Bundy memberikan analisis yang sangat detail mengenai kasus tersebut.

Salah satu analisanya terbukti benar ketika ia meragukan bahwa seorang korban bernama Amina Agisheff merupakan korban Green River Killer. Menurut Bundy, wanita itu tidak sesuai dengan pola target pembunuh tersebut. Belakangan, dugaan itu memang terbukti benar.

Bundy juga mengatakan bahwa pelaku kemungkinan memiliki kepribadian yang tenang dan tidak mencolok dibanding pria-pria lain di kawasan prostitusi Sea-Tac. Ia percaya pembunuh itu memanfaatkan kesan ramah dan aman untuk membuat korbannya lengah.

Sosok Ted Bundy (Istimewa)

Hal itu mirip dengan metode Bundy sendiri. Ia dulu sering memakai gips palsu atau tongkat penyangga agar terlihat tidak berbahaya.

Baca juga: Motif Ted Bundy Psikopat Ganteng Incar Wanita, Balas Dendam Mantan Pacar atau Ibu?

Bertahun-tahun kemudian, Green River Killer memang mengaku sering menunjukkan foto anaknya kepada para korban untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya hanyalah pria keluarga biasa.

Prediksi Bundy yang Terbukti Benar

Bundy juga menyarankan bahwa sang pembunuh kemungkinan sering kembali ke lokasi pembuangan mayat korbannya.

Menurutnya, polisi seharusnya mengawasi lokasi tempat mayat baru ditemukan untuk menangkap pelaku saat kembali.

Bundy berbicara berdasarkan pengalamannya sendiri. Ia sering kembali ke lokasi korban yang dikuburkannya untuk mengenang pembunuhan yang telah ia lakukan dan melakukan tindakan nekrofilia.

Kelak, Green River Killer mengakui bahwa ia juga melakukan hal serupa.

Akhir Misteri Green River Killer

Meski banyak pengamatan Bundy menarik dan akurat, semua itu tetap tidak membantu polisi menangkap Green River Killer.

Baca juga: Ted Bundy, Ganteng-ganteng Psikopat dan Kolektor Kepala Wanita

Terobosan sesungguhnya baru terjadi pada tahun 2001 berkat perkembangan teknologi DNA. Polisi akhirnya berhasil mencocokkan material genetik dari tubuh para korban dengan seorang pengecat truk bernama Gary Ridgway.

Ridgway kemudian dihukum atas 49 pembunuhan, menjadikannya salah satu pembunuh berantai paling produktif dalam sejarah Amerika Serikat.

Ironisnya, Ridgway memang sosok biasa dan tidak mencolok—persis seperti yang diprediksi Bundy.

Namun Ted Bundy tidak pernah mengetahui hal itu. Ia telah dieksekusi pada tahun 1989.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crimeinvestigation.co.uk

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU