INDOZONE.ID - Pada Mei 2019, publik Jepang sempat digemparkan oleh kasus penusukan yang melibatkan seorang perempuan muda bernama Yuka Takaoka.
Perempuan berusia 21 tahun yang tega menikam kekasihnya, Phoenix Luna, di apartemen mereka yang berada di kawasan Shinjuku, Tokyo.
Insiden tersebut terjadi usai Takaoka diduga merasa cemburu dan curiga bahwa sang kekasih berselingkuh usai melihat foto perempuan lain di ponselnya.
Baca juga: Kisah Tragis Narapidana Perempuan yang Dibuang ke Tasmania pada Abad ke-19
Kasus ini menjadi perhatian luas media Jepang maupun internasional karena beredarnya foto Takaoka yang terlihat duduk santai sambil merokok di dekat tubuh Luna yang bersimbah darah setelah kejadian berlangsung.
Gambar tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi publik.
Pada Desember 2019, pengadilan Jepang menyatakan Takaoka bersalah atas percobaan pembunuhan. Ia dijatuhi hukuman penjara selama tiga setengah tahun.
Dalam putusannya, hakim menilai tindakan Takaoka dilakukan dengan niat yang serius untuk menghilangkan nyawa korban.
Setelah kasusnya viral, sebagian pengguna internet menjulukinya sebagai “yandere nyata,” istilah dalam budaya populer Jepang untuk karakter yang menunjukkan cinta obsesif hingga berujung tindakan berbahaya.
Penampilan Takaoka yang dianggap menarik juga memicu fenomena kontroversial di dunia maya, di mana sebagian netizen justru mengagungkannya dan menyebutnya sebagai “penjahat cantik.”
Namun, banyak pihak lain mengkritik glorifikasi terhadap pelaku tindak kekerasan tersebut.
Sementara itu, Phoenix Luna berhasil selamat meski mengalami luka serius. Ia sempat berada dalam kondisi koma selama lima hari dan menderita cedera berat, termasuk kerusakan pada organ hati.
Selain menjalani perawatan medis intensif, Luna juga harus mendapatkan pendampingan psikologis akibat trauma dari peristiwa tersebut.
Dalam beberapa wawancara setelah kejadian, Luna mengaku tidak menyimpan dendam terhadap Takaoka.
Ia mengatakan percaya ada alasan emosional di balik tindakan yang dilakukan mantan kekasihnya itu.
Meski demikian, cedera yang dialaminya meninggalkan dampak jangka panjang, termasuk keterbatasan fisik yang membuatnya tidak lagi bisa mengonsumsi alkohol seperti sebelumnya.
Ia diketahui tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai host di kawasan hiburan Kabukicho, Tokyo.
Usai menyelesaikan masa hukumannya pada akhir 2023, Yuka Takaoka kembali muncul di media sosial dan mulai aktif sebagai influencer internet.
Dengan nama pengguna “uyupekochan,” ia membagikan berbagai konten di platform seperti Instagram, X, TikTok, dan YouTube.
Kontennya banyak berfokus pada cosplay, gim, dan budaya pop Jepang, termasuk penampilannya sebagai karakter dari serial Touhou Project.
Kehadirannya di media sosial kembali memunculkan beragam tanggapan publik. Sebagian pengikutnya memberikan dukungan dan pujian terhadap penampilannya, sementara sebagian lainnya tetap mengkritik popularitas yang muncul setelah kasus kriminal yang pernah menghebohkan Jepang tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Japandaily