INDOZONE.ID - Pengantin wanita ditembak tepat di atas pelaminan dalam sebuah pesta pernikahan di wilayah Buxar, negara bagian Bihar, India.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa malam dan langsung mengubah suasana bahagia menjadi kepanikan serta duka mendalam bagi keluarga kedua mempelai.
Insiden penembakan tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria yang disebut sebagai mantan kekasih korban. Polisi setempat kini tengah memburu pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.
Baca juga: Sosok Karen Julieta Ojeda Rodriguez: Wanita Cantik yang Ternyata Pembunuh Bayaran asal Kolombia
Kronologi Penembakan di Atas Pelaminan
Melansir laman NDTV, Sabtu (28/02/2026) korban diketahui bernama Aarti Kumari, seorang gadis berusia 18 tahun.
Saat kejadian, Aarti tengah berdiri di atas panggung pelaminan bersama calon suaminya. Mereka dikelilingi keluarga dan kerabat yang ikut menyaksikan prosesi pernikahan.
Seorang anggota keluarga perempuan, yang diduga saudara korban, sedang menjalankan ritual dengan mengoleskan vermilion (sindoor) sebagai bagian dari tradisi pernikahan Hindu.
Setelah selesai mengoleskan kepada mempelai pria, ia berbalik menuju Aarti untuk melakukan hal yang sama.
Namun di saat itulah, seorang pria yang berada di antara tamu undangan tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah pengantin wanita.
Peluru mengenai bagian perut Aarti, tepat di area dekat pusar. Suasana langsung berubah kacau. Teriakan histeris terdengar dari para tamu, sebagian mencoba menyelamatkan korban agar tetap sadar, sementara yang lain berlarian keluar dari lokasi kejadian.
Kondisi Korban Kritis
Setelah tertembak, Aarti segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kondisinya cukup serius, tim medis kemudian merujuknya ke pusat trauma di Varanasi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga laporan terakhir, korban disebut masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.
Baca juga: Fakta Kasus Edmund Kemper: Pembunuh Berantai Bertubuh Besar dengan IQ Tinggi yang Mengecoh Psikiater
Polisi menyebutkan bahwa peristiwa penembakan pengantin wanita di atas pelaminan ini terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Pelaku Diduga Mantan Kekasih Korban
Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Deenbandhu, yang disebut sebagai tetangga korban. Warga setempat menduga adanya hubungan asmara antara pelaku dan Aarti yang menjadi motif di balik aksi nekat tersebut.
Menurut keterangan aparat, Deenbandhu memiliki catatan hukum sebelumnya dan pernah dipenjara dalam kasus terkait minuman keras. Setelah melakukan penembakan, ia langsung melarikan diri dan kini berstatus buron.
Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi telah menahan orang tua tersangka untuk dimintai keterangan. Beberapa individu lain juga diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tim forensik (FSL) telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Aparat menyatakan akan terus melakukan penggerebekan dan pencarian hingga pelaku berhasil ditangkap.
Rombongan Pengantin Langsung Kembali
Pernikahan tersebut diketahui melibatkan rombongan pengantin pria yang datang dari distrik Ballia, negara bagian Uttar Pradesh.
Setelah insiden penembakan terjadi, rombongan tersebut langsung membatalkan acara dan kembali ke daerah asal mereka.
Tragedi berdarah di India ini memicu keprihatinan luas, terutama karena terjadi di momen sakral yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi kedua keluarga.
Kasus pengantin wanita ditembak tepat di atas pelaminan di India menjadi sorotan karena kekerasan terjadi di tengah prosesi pernikahan yang berlangsung di depan banyak saksi.
Baca juga: Fakta Bos Kartel El Mencho dan Genk CJNG, Termasuk Pecahnya Perang Kota di Meksiko
Dugaan motif asmara dan keterlibatan pelaku yang masih buron membuat kasus ini terus berkembang.
Pihak kepolisian di India berjanji akan mengusut tuntas tragedi berdarah di Bihar ini dan memastikan pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NDTV