Jeffrey Eipstein dan tanaman zombie (Istimewa)
INDOZONE.ID - Mendiang Jeffrey Epstein yang dikenal sebagai tersangka pelecehan seksual yang disebut meninggal 2019 lalu disebut-sebut memiliki koleksi tanama beracun.
Melalui email yang disebut di dokumen Eipstein, sebuah tanaman yang sangat beracun yang dikenal menghasilkan obat yang menghambat kebebasan berkehendak pada korbannya kemungkinan telah dikoleksi Jeffrey Eipstein, seperti yang dikutip dari TMZ.
Dalam salah satu pesan yang ditemukan, Epstein mengirim email yang menanyakan tentang "tanaman terompetnya di pembibitan."
Sebagai informasi tambahan, tanaman Angel's Trumpet sangat beracun dan menghasilkan zat bernama scopolamine, yang diketahui dapat mengubah manusia menjadi seperti zombie, menghapus ingatan dan menghilangkan kehendak bebas mereka. Keracunan parah dilaporkan bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Baca juga: Cara Mengunduh Epstein Files: Panduan Akses Dokumen Kasus Jeffrey Epstein
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, skopolamin dilaporkan tidak muncul dalam laporan toksikologi.
Apakah Epstein menyadari hal ini? Ada kemungkinan besar dia mengetahuinya.
Dalam email lain, dia dikirimi sebuah artikel yang membahas tentang efek skopolamin dan tanaman asalnya.
Mengutip situs healthline, Angel’s trumpet adalah tanaman hias yang populer karena keindahan bunganya dan aroma harum yang menawan. Meskipun aman untuk ditanam dan dinikmati sebagai tanaman taman atau rumah kaca, mengonsumsi bunga, daun, atau bijinya bisa sangat berbahaya. Efek racunnya bisa menimbulkan mual, halusinasi, penglihatan kabur, hingga risiko kematian jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Seperti banyak tanaman cantik lainnya, penampilan angel’s trumpet menipu. Sama seperti belladonna, yang meski menawan dengan warna magenta dan pinknya, dijuluki “deadly nightshade,” angel’s trumpet juga mengandung senyawa toksik yang bisa berbahaya bagi manusia dan hewan jika tertelan.
Keindahan angel’s trumpet memang menawan, tetapi daun, bunga, dan bijinya mengandung alkaloid beracun, antara lain:
Ketiga senyawa ini bersifat antikolinerjik, artinya mereka memblokir neurotransmitter asetilkolin, yang berperan penting dalam transmisi saraf di sistem saraf. Dampaknya bisa meluas, memengaruhi jantung, pencernaan, dan fungsi organ lain yang dikendalikan oleh sistem saraf parasimpatik.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 10 bunga saja bisa berpotensi fatal, karena efek toksik yang kuat dari alkaloid tersebut. Gejala keracunan dapat muncul cepat, mulai dari mual, muntah, penglihatan kabur, halusinasi, hingga detak jantung tidak teratur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TMZ, Healthline