Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 15:25 WIB

Beauty Privilege! Wanita di Korea Ini Bunuh 2 Pria Secara Berantai, Knetz: Terlalu Cantik untuk Dipenjara!

Author

Sosok yang diduga jadi pembunuh berantai dua pria dengan cara membius. (Istimewa/Instagram)

INDOZONE.ID - Dua pria di Korea telah dibunuh doleh seorang wanita muda cantik yang disebut bermarga Kim dan berusia 22 tahun. Namun, wargent di Korea Selatan malah memperdebatkan apakah tersangka pelaku “terlalu cantik untuk dipenjara”. 

Ini bukan drama Korea, ini benar-benar terjadi di Seoul dan kasus ini menyoroti fenomena “Beuaty” di Korea dengan cara yang sangat mengganggu. Media-media Korea Selatan melaporkan bahwa jumlah pengikut dari akunnya meningkat lebih dari 11.000 orang dalam waktu singkat.

Mengutip mothership SG dan seorang influencer bernama dianainseoul, tersangka telah dilimpahkan ke jaksa pada 19 Februari lalu dengan sejumlah dakwaan, termasuk pembunuhan, penganiayaan berat, serta pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Narkotika Korea Selatan.

Baca juga: Kisah Marla Hanson, Model Cantik yang Wajahnya Disayat karena Obsesi Sang Pemilik Apartemen

Kronologi Dugaan 2 Pembunuhan dan 1 Percobaan Pembunuhan di Gangbuk

Kim dituduh mencampurkan obat penenang berbasis benzodiazepin ke dalam minuman yang diberikan kepada tiga pria berusia 20-an dalam tiga kejadian terpisah antara Desember 2025 hingga awal Februari 2026.

Insiden pertama terjadi pada 14 Desember tahun lalu di sebuah kafe di Namyangju, Provinsi Gyeonggi. Seorang pria yang disebut-sebut sedang menjalin hubungan dengannya kehilangan kesadaran selama dua hari, namun akhirnya pulih.

Sosok yang diduga jadi pembunuh berantai dua pria dengan cara membius. (Instagram/h_svms)

Dua kejadian berikutnya berlangsung di motel kawasan Gangbuk, Seoul, pada 28 Januari dan 9 Februari. Kedua pria dalam kasus tersebut meninggal dunia.

Mengaku Belajar Membius dari Chatgpt

Penyelidik juga menemukan bukti bahwa tersangka sempat mencari informasi melalui ChatGPT mengenai pencampuran obat tidur dengan alkohol serta dosis yang berpotensi mematikan sebelum kejadian berlangsung. 

Polisi kini masih menyelidiki kemungkinan adanya korban tambahan.

Kim dilaporkan mengaku bahwa ia memberikan zat tersebut untuk membuat para pria tertidur setelah terjadi perselisihan.

Baca juga: Charles Cullen: Perawat yang Menjadi Pembunuh Berantai Inspirasi Film Netflix The Good Nurse

Polisi Tidak Ungkap Identitas

Penyidik dari Kantor Polisi Gangbuk, Seoul, memutuskan untuk tidak mempublikasikan nama lengkap, usia, maupun foto Kim. 

Berdasarkan Undang-Undang Pengungkapan Informasi Pribadi Tersangka Kejahatan Berat di Korea Selatan, identitas tersangka hanya dapat diumumkan jika memenuhi syarat hukum yang ketat, seperti adanya kepentingan publik yang jelas atau untuk mencegah kejahatan lanjutan.

Menurut laporan The Korea Herald, polisi menilai kasus ini belum memenuhi ambang batas untuk dibahas dalam komite pengungkapan identitas.

Netizen Melacak Identitas dan Akun Medsosnya

Namun tak lama setelah keputusan itu, berbagai unggahan di komunitas daring mulai mengklaim telah menemukan identitas tersangka. Sebuah akun Instagram yang diyakini milik Kim kemudian tersebar luas. 

Salah satu unggahan yang viral bahkan memuat nama, usia, foto, dan riwayat pendidikannya, serta ditonton puluhan ribu kali hanya dalam beberapa hari.

Sosok yang diduga jadi pembunuh berantai dua pria dengan cara membius. (Instagram)

The Korea Herald juga melaporkan bahwa salah satu foto tersebut diduga diunggah Kim tak lama setelah korban keduanya meninggal dunia.

Pro dan Kontra di Media Sosial: Terlalu Cantik untuk Dipenjara

Setelah akun yang diduga miliknya terungkap, ribuan komentar membanjiri unggahannya. Meski banyak yang mengecam dugaan tindakannya, tidak sedikit pula yang justru menunjukkan simpati atau kekaguman.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Bertemu Wanita Cantik Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Menurut The Chosun Daily, beberapa komentar menyebut ia “terlalu cantik untuk bersalah”, meminta hukumannya diringankan, bahkan menyatakan dukungan terbuka.

Komentar online tentang sang pelaku (Tangkapan layar)

Namun, reaksi tersebut juga menuai kritik keras. Banyak pihak menilai komentar semacam itu berpotensi menimbulkan luka tambahan bagi keluarga korban karena dianggap meremehkan beratnya tuduhan.

Polisi Korea Selatan telah melakukan evaluasi psikopati terhadap Kim selama periode libur Tahun Baru Imlek. Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mothership.sg

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU