Charles Cullen: Perawat yang Menjadi Pembunuh Berantai Inspirasi Film Netflix The Good Nurse (mirror.co.uk - IMDb)INDOZONE.ID - Charles Cullen merupakan seorang perawat di berbagai rumah sakit di New Jersey dan Pennsylvania selama 16 tahun. Di balik seragam perawatnya, ia menyembunyikan sisi gelap yang mengerikan. Charles diam-diam membunuh pasien dengan cara overdosis obat melalui infus.
Berdasarkan laman mirror.co.uk, diperkirakan Charles telah menewaskan hingga 400 orang, menjadikannya salah satu pembunuh berantai paling produktif dalam sejarah modern.
Charles tumbuh dalam kehidupan yang penuh tragedi. Ayahnya meninggal saat ia masih bayi, ibunya tewas dalam kecelakaan mobil ketika Cahrles masih di sekolah menengah, dan dua saudaranya juga meninggal tak lama setelah itu. Ia merawat saudaranya yang sakit hingga meninggal karena kanker. Kehidupan pribadinya penuh kesedihan, dan hal itu diduga memengaruhi psikologinya di kemudian hari.
Baca juga: Restorasi Meiji: Pengubah Wajah Jepang yang Terisolasi Menjadi Imperialis dalam 30 Tahun
Setelah putus sekolah, Charles sempat masuk Angkatan Laut AS, namun waktunya singkat. Ia kemudian menempuh pendidikan keperawatan di Mountainside Hospital School of Nursing, Montclair, New Jersey, dan lulus pada 1987.
Charles menikah dan memiliki dua anak perempuan, tetapi pernikahannya berakhir dengan perceraian pada 1993 setelah istrinya, Adrienne Taub, melaporkan Charles karena kekerasan domestik dan perilaku aneh.
Adrienne mengungkap bahwa Charles pernah menambahkan cairan pemantik ke minuman orang, menelepon rumah duka untuk menanyakan tarif kremasi, dan melakukan tindakan aneh terhadap hewan peliharaan mereka.
Baca juga: 6 Zodiak Paling Hoki di Tahun 2026, Keberuntungan Datang dari Banyak Arah
Setelah perceraian, kehidupan Charles semakin kacau. Pada tahun yang sama, ia melakukan pembunuhan pertamanya di Warren Hospital dengan menewaskan tiga pasien melalui suntikan digoxin.
Meski korban sempat mencurigai sesuatu, penyebab kematian sering dicatat sebagai penyakit atau komplikasi, sehingga Charles terus berpindah rumah sakit dan melanjutkan pembunuhan tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun.
Charles sering berpindah rumah sakit di New Jersey dan Pennsylvania, membunuh pasien dengan berbagai obat, termasuk digoxin, insulin, dobutamine, nitroprusside, norepinephrine, dan pavulon. Ia menargetkan pasien yang lemah, sakit kritis, atau memiliki perintah “do not resuscitate”.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Dikejar Singa Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Baik?
Beberapa korban selamat dari percobaan awal, tetapi Charles terus mencoba sampai misinya tercapai.
Penangkapan Charles baru terjadi pada Desember 2003 setelah jumlah pasien yang meninggal dengan kadar digoxin tinggi terdeteksi di Somerset Medical Center.
Melalui pengawasan rahasia, polisi berhasil mendapatkan pengakuan Charles setelah rekannya, perawat Amy Loughren, secara cerdik mendorongnya mengaku di sebuah pub.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: