INDOZONE.ID - Ash Armand, mantan bintang reality show Gigolos, mengubah sorotan kamera menjadi perhatian aparat hukum.
Ia mengaku bersalah atas pembunuhan temannya, Herleen Dulai.
Nama Ash Armand sempat identik dengan ketenangan dan sisi filosofis di layar kaca. Ia dikenal lewat serial kontroversial Showtime, Gigolos, yang menyorot kehidupan pekerja seks pria di Las Vegas.
Namun citra itu runtuh total. Bertahun-tahun setelah acara berakhir, Ash Armand terseret kasus pembunuhan terhadap Herleen Dulai, seorang teman dekatnya.
Kisah ini kini diangkat dalam serial Crime+Investigation berjudul Sin City Gigolo, yang mulai tayang Rabu, 11 Februari.
Siapa Sebenarnya Ash Armand?
Terlahir dengan nama Akshaya Kubiak, Ash Armand tumbuh dalam latar budaya yang beragam.
Ia menghabiskan masa kecil di Maine dan Jepang, sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat.
Baca juga: Dulu Kalkulator Didemo, Sekarang AI: Akankah Sejarah Membuktikan Kita Salah Lagi?
Baca juga: Rangkuman Fakta Epstein Files yang Penuh Kontroversi dan Konspirasi: Benarkah Pengalihan Isu?
Di Gigolos yang tayang pada 2011–2016, Armand tampil berbeda.
Saat rekan-rekannya tampil flamboyan, ia justru dikenal kalem. Karakter ini membuatnya punya basis penggemar setia.
Setelah acara berakhir, Armand tetap aktif sebagai pekerja jasa pendamping.
Di media sosial, ia menggambarkan diri sebagai pendidik seks, instruktur kebugaran, seorang ayah, dan pemikir independen.
Dari luar, hidupnya terlihat stabil.
Kematian Herleen Dulai
Semua berubah ketika Herleen Dulai ditemukan tewas di rumah Armand. Awalnya, Armand mengklaim kematian tersebut terjadi secara tidak sengaja.
Namun penyelidikan berkata lain. Polisi menemukan lokasi kejadian yang kacau, dengan bercak darah di berbagai sudut. Koroner Clark County secara resmi menyatakan kematian Herleen sebagai kasus pembunuhan.
Hasil otopsi menunjukkan luka parah akibat benda tumpul dan pencekikan.
Bahkan, pecahan gigi Herleen ditemukan di dalam perutnya, mengindikasikan kekerasan ekstrem dan berkepanjangan.
Versi Ash Armand vs Fakta Penyelidikan
Dalam keterangannya, Armand memberi penjelasan yang berubah-ubah.
Ia mengklaim Herleen menyerangnya lebih dulu dan mengatakan dirinya “pingsan” karena pengaruh narkoba.
Ia juga menyatakan tidak pernah berniat menyakiti korban.
“Saya tidak pernah memukul wanita seumur hidup saya,” ujarnya bersikeras.
Namun bukti fisik dan medis bertolak belakang.
Jaksa menilai kekerasan yang terjadi terlalu brutal untuk dikategorikan sebagai pembelaan diri.
Pengakuan Bersalah dan Hukuman Penjara
Sejak awal, jaksa Las Vegas menangani kasus ini sebagai pembunuhan.
Mereka mempertanyakan bagaimana kekuatan sebesar itu bisa digunakan tanpa niat melukai.
Pada September 2021, Ash Armand akhirnya menerima kesepakatan pembelaan.
Ia mengaku bersalah atas pembunuhan berencana dan penganiayaan berat.
Pembunuhan berencana mengakui adanya gangguan emosional saat kejadian, meski tanpa perencanaan sebelumnya.
Dakwaan penganiayaan berat mencerminkan tingkat kekerasan yang dialami korban.
Dengan kesepakatan ini, Armand terhindar dari hukuman penjara seumur hidup.
Hakim Nevada menjatuhkan vonis 8 hingga 20 tahun penjara pada akhir 2021.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crime+Investigation