Ilustrasi Weton Wage Kerap Diremehkan. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Di kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu orang yang kelihatannya biasa saja. Pendiam, tidak banyak bicara, cenderung mengalah, dan jarang tampil menonjol.
Orang seperti ini sering dianggap lemah atau tidak punya pendirian. Dalam pandangan Jawa, sosok seperti ini kerap lahir di Weton Wage.
Lewat video yang diunggah YouTube @Makna Weton, terungkap bahwa di balik kesan sederhana itu, Wage justru menyimpan kekuatan batin yang sangat dalam dan sering disalahpahami.
Tidak sedikit orang Wage yang hidupnya terasa berat tanpa alasan jelas. Badan cepat lelah, pikiran penuh, dan hati mudah terseret suasana.
Banyak yang mengira ini berkaitan dengan hal gaib, padahal akar persoalannya jauh lebih dekat dengan batin dan cara hidup sehari-hari.
Baca juga: Karakter Weton Wage: Diam yang Menenangkan, Tapi Jangan Pernah Sekali-kali Diremehkan
Dalam hitungan Jawa, Wage sering diberi label lemah. Pendiam dianggap tidak berani, mengalah dianggap tidak tegas.
Padahal, menurut para sesepuh, Wage justru punya daya tahan batin yang besar. Kekuatan Wage bukan untuk menyerang atau menonjol, melainkan untuk menahan, menyimpan, dan menampung.
Ada pepatah Jawa yang bilang sing meneng kui sing ngemot. Nah yang diam justru yang berisi.
Orang Wage sering memilih diam bukan karena tidak tahu, tapi karena batinnya bekerja lebih dalam.
Mereka memproses rasa, membaca suasana, dan menimbang banyak hal sebelum bertindak.
Sayangnya, ketika label lemah ini diterima mentah-mentah, banyak Wage justru kehilangan kendali atas kekuatan batinnya sendiri.
Batin orang Wage diibaratkan seperti kendi dari tanah liat. Bentuknya sederhana, tidak mencolok, tapi mampu menyimpan air dan menjaganya tetap sejuk.
Wadah ini luas, tenang, dan sabar. Masalah muncul ketika wadah sebesar ini tidak diisi dengan kesadaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube