INDOZONE.ID - Pada tahun 2013 silam, di Bandung, Jawa Barat, terdapat sebuah motor tengah melaju kencang sambil menyeret sesuatu di jalan.
Awalnya sempat mengira yang diseret itu boneka, hingga terdengar rintihan.
Warga setempat mengejar motor pelaku kecelakaan itu dan mendapati yang terseret bukanlah boneka, melainkan seorang wanita bernama Sisca Yofie.
Sisca dijambret saat hendak memasuki kos, lalu rambutnya tersangkut di gir motor pelaku penyeretan itu hingga membuatnya terseret sejauh satu kilometer.
Baca juga: Charles Cullen: Perawat yang Menjadi Pembunuh Berantai Inspirasi Film Netflix The Good Nurse
Pelaku juga beberapa kali membabat kepala Sisca Yofie untuk melepaskan ikatan rambutnya, membuat wajahnya kian hancur.
Kemudian, sempat beredar isu kematian Sisca ada kaitannya dengan seorang perwira police, namun pengadilan tetap memutus kasus ini murni sebagai perampokan.
Kronologi Kejadian Awal
Tragedi yang terjadi pada 5 Agustus 2013 ini terjadi saat menjelang waktu berbuka puasa atau sekitar pukul 18.30 WIB, di depan rumah kos Sisca di Jalan Setra Indah Utara, Bandung, Jawa Barat.
Aksi penjambretan itu terjadi saat Sisca baru saja turun dari mobilnya untuk membuka gerbang kos, tiba-tiba dua pria yang sedang berboncengan motor, Wawan dan keponakannya, Ade, mendekat untuk menjambret tas korban.
Terseret sejauh 500 meter, Sisca mencoba melawan, namun panjangnya rambut tersangkut di gir (rantai) pelaku motor.
Bukannya berhenti, pelaku justru malah menancap gas motornya dengan kencang, sehingga membuat korban terseret sejauh kurang lebih 500 meter di sepanjang jalan aspal.
Di akhir pengungsinya, pelaku memotong rambut Sisca yang tersangkut menggunakan golok untuk melepaskan tubuhnya, namun bacokan tersebut juga mengenai kepala korban.
Sisca menemukan warga dalam keadaan kritis dan meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.
Dugaan Pembunuhan Berencana
Kejanggalan dalam kasus ini memicu skeptisisme dari banyak kalangan, termasuk pakar kriminal. Mereka menganggap motif perampokan murni sulit diterima, sebab tindakan pelaku yang menyeret korban sejauh itu dianggap terlalu ekstrem untuk sekadar pencurian tas.
Nama Sisca sempat dikaitkan dengan Kompol A melalui hubungan asmara, yang kemudian memicu rumor adanya dalang di balik kejadian ini. Namun, penyelidikan kepolisian menyimpulkan bahwa tidak ada keterlibatan langsung maupun perintah dari oknum polisi tersebut dalam eksekusi di lapangan.
Baca juga: Tidak Hanya Pria, Ini Deretan Pembunuh Berantai Perempuan Paling Kejam di Inggris
Penangkapan dan Vonis Hukum
Beberapa hari pasca-kejadian, Ade akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian lantaran terus didera penyesalan mendalam. Langkah ini kemudian menjadi pembuka jalan bagi penangkapan Wawan.
Hingga tahun 2021, Wawan dikabarkan masih berupaya mengajukan Grasi kepada Presiden setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK)-nya ditolak oleh Mahkamah Agung, demi menghindari eksekusi mati.
Kasus ini tetap menjadi pengingat bagi warga Bandung tentang betapa tipisnya jarak antara niat kriminal jalanan dengan tragedi yang merenggut nyawa secara brutal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @jurnal.mistis