Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 16:10 WIB

Tidak Hanya Pria, Ini Deretan Pembunuh Berantai Perempuan Paling Kejam di Inggris

Tidak Hanya Pria, Ini Deretan Pembunuh Berantai Perempuan Paling Kejam di InggrisLucy Letby (kiri) -Joanna Dennehy (kanan) (mirror.co.uk)

INDOZONE.ID - Pembunuh berantai biasanya identik dengan sosok pria. Namun, sejarah kriminal di Inggris menunjukkan bahwa perempuan juga bisa melakukan kejahatan serupa, namun dengan pola dan cara yang berbeda. 

Dilansir dari Mirror.co.uk, meski jumlahnya jauh lebih sedikit, deretan pembunuh berantai perempuan di Inggris telah meninggalkan jejak kejahatan yang mengejutkan publik. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara pembunuh berantai pria dan perempuan. 

Baca juga: 6 Shio yang Diprediksi Bakal Kaya Raya di Tahun 2026, Rezekinya Datang Tak Terduga!

Pelaku pria hampir enam kali lebih mungkin membunuh orang asing, sementara pembunuh berantai perempuan cenderung menargetkan orang-orang yang sudah mereka kenal. 

Cara beroperasinya pun berbeda. Sebanyak 65,4 persen pelaku pria diketahui menguntit korban sebelum membunuh, sedangkan pada pelaku perempuan angkanya hanya sekitar 3,6 persen.

Baca juga: 6 Zodiak yang Diprediksi Sukses di 2026: Rezeki Lancar, Hidup Lebih Bahagia

Perbedaan ini kerap membuat pembunuh berantai perempuan lebih sulit terdeteksi. Motif dan metode yang digunakan biasanya lebih tersembunyi, mulai dari racun hingga penyalahgunaan posisi kepercayaan. 

Dua kasus pembunuh berantai perempuan berikut menjadi yang paling menggemparkan Inggris berdasarkan Mirror.co.uk (27/12/2025):

Lucy Letby

Salah satu kasus paling mengejutkan adalah Lucy Letby. Pada 2023, perawat neonatal tersebut dinyatakan bersalah atas pembunuhan tujuh bayi dan percobaan pembunuhan terhadap enam bayi lainnya.

Kejahatannya dilakukan antara 2015 hingga 2016 dengan cara meracuni insulin dan mengganggu alat bantu pernapasan. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan.

Baca juga: Pulung Gantung: Mitos Lokal Bunuh Diri pada Masyarakat Gunungkidul

Pemerintah Inggris bahkan membentuk penyelidikan publik untuk mengungkap bagaimana seorang pembunuh berantai bisa beroperasi di unit rumah sakit NHS.

Joanna Dennehy

Kasus lain yang tak kalah mengerikan adalah Joanna Dennehy. Pada 2013, ia membunuh tiga pria di Cambridgeshire dalam rangkaian aksi kekerasan yang brutal dan terbuka.

Berbeda dengan banyak pelaku perempuan lainnya, Dennehy tidak menyembunyikan tindakannya. Setelah membunuh korban ketiganya, ia bahkan menelepon temannya sambil menyanyikan lagu Britney Spears “Oops I Did It Again”. Dennehy secara terbuka mengaku menikmati pembunuhan tersebut dan menunjukkan penyesalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mirror.co.uk

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tidak Hanya Pria, Ini Deretan Pembunuh Berantai Perempuan Paling Kejam di Inggris

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!