Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 07:45 WIB

Charles Cullen: Perawat yang Menjadi Pembunuh Berantai Inspirasi Film Netflix The Good Nurse

Author

Charles Cullen: Perawat yang Menjadi Pembunuh Berantai Inspirasi Film Netflix The Good Nurse (mirror.co.uk - IMDb)INDOZONE.ID - Charles Cullen merupakan seorang perawat di berbagai rumah sakit di New Jersey dan Pennsylvania selama 16 tahun. Di balik seragam perawatnya, ia menyembunyikan sisi gelap yang mengerikan. Charles diam-diam membunuh pasien dengan cara overdosis obat melalui infus. 

Berdasarkan laman mirror.co.uk, diperkirakan Charles telah menewaskan hingga 400 orang, menjadikannya salah satu pembunuh berantai paling produktif dalam sejarah modern.

Charles tumbuh dalam kehidupan yang penuh tragedi. Ayahnya meninggal saat ia masih bayi, ibunya tewas dalam kecelakaan mobil ketika Cahrles masih di sekolah menengah, dan dua saudaranya juga meninggal tak lama setelah itu. Ia merawat saudaranya yang sakit hingga meninggal karena kanker. Kehidupan pribadinya penuh kesedihan, dan hal itu diduga memengaruhi psikologinya di kemudian hari.

Baca juga: Restorasi Meiji: Pengubah Wajah Jepang yang Terisolasi Menjadi Imperialis dalam 30 Tahun

Setelah putus sekolah, Charles sempat masuk Angkatan Laut AS, namun waktunya singkat. Ia kemudian menempuh pendidikan keperawatan di Mountainside Hospital School of Nursing, Montclair, New Jersey, dan lulus pada 1987. 

Charles menikah dan memiliki dua anak perempuan, tetapi pernikahannya berakhir dengan perceraian pada 1993 setelah istrinya, Adrienne Taub, melaporkan Charles karena kekerasan domestik dan perilaku aneh. 

Adrienne mengungkap bahwa Charles pernah menambahkan cairan pemantik ke minuman orang, menelepon rumah duka untuk menanyakan tarif kremasi, dan melakukan tindakan aneh terhadap hewan peliharaan mereka.

Baca juga: 6 Zodiak Paling Hoki di Tahun 2026, Keberuntungan Datang dari Banyak Arah

Setelah perceraian, kehidupan Charles semakin kacau. Pada tahun yang sama, ia melakukan pembunuhan pertamanya di Warren Hospital dengan menewaskan tiga pasien melalui suntikan digoxin. 

Meski korban sempat mencurigai sesuatu, penyebab kematian sering dicatat sebagai penyakit atau komplikasi, sehingga Charles terus berpindah rumah sakit dan melanjutkan pembunuhan tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun.

Charles sering berpindah rumah sakit di New Jersey dan Pennsylvania, membunuh pasien dengan berbagai obat, termasuk digoxin, insulin, dobutamine, nitroprusside, norepinephrine, dan pavulon. Ia menargetkan pasien yang lemah, sakit kritis, atau memiliki perintah “do not resuscitate”. 

Baca juga: 5 Arti Mimpi Dikejar Singa Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Baik?

Beberapa korban selamat dari percobaan awal, tetapi Charles terus mencoba sampai misinya tercapai.

Penangkapan Charles baru terjadi pada Desember 2003 setelah jumlah pasien yang meninggal dengan kadar digoxin tinggi terdeteksi di Somerset Medical Center. 

Melalui pengawasan rahasia, polisi berhasil mendapatkan pengakuan Charles setelah rekannya, perawat Amy Loughren, secara cerdik mendorongnya mengaku di sebuah pub. 

Baca juga: Rajah, Jimat, dan Mantra: Bedanya Apa dan Kenapa Masih Dipercaya sampai Sekarang?

Charles akhirnya mengaku membunuh 29 pasien yang dapat diverifikasi, tetapi mengklaim korban aslinya bisa mencapai 40 hingga 400 orang.

Di pengadilan, Charles mengaku bersalah atas 22 pembunuhan dan tiga percobaan pembunuhan di New Jersey, dan kemudian menambahkan tujuh pembunuhan serta tiga percobaan pembunuhan di Pennsylvania. Ia dijatuhi 11 hukuman seumur hidup berturut-turut. 

Motivasi Charles dalam melakukan kejahatan tersebut selalu sama. Ia berdalih sebagai “pembunuhan belas kasihan” untuk mengakhiri penderitaan pasien, termasuk seorang pasien berusia 21 tahun yang menjalani operasi limpa rutin.

Baca juga: Kisah Mistis Diculik Wewe Gombel, Teror Rumpun Bambu yang Menghantui Anak Kecil

Kisah gelap Charles Cullen kemudian diadaptasi oleh Netflix dalam film The Good Nurse, berdasarkan buku nonfiksi karya Charles Graeber yang dirilis pada 2013, The Good Nurse: A True Story of Medicine, Madness, and Murder. 

Film ini menyoroti perjalanan Amy Loughren (Jessica Chastain) yang menjalin hubungan kerja dekat dengan Charles (diperankan Eddie Redmayne). 

Pada awalnya, Amy terpesona oleh citra Charles sebagai perawat yang berdedikasi dan penuh kasih, namun seiring waktu ia menyadari ada kegelapan di balik senyum ramah rekan kerjanya, dan kebenaran mengerikan tentang pembunuhan berantai yang telah dilakukan Charles selama bertahun-tahun.

Baca juga: Kisah The Dating Game Killer Rodney Alcala: Pembunuh Pemikat Wanita yang Menang di Acara Kencan TV

Kisah Charles Cullen menjadi peringatan nyata tentang bahaya yang bisa tersembunyi di balik profesi yang dipercayai untuk menyelamatkan nyawa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU