Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 13:05 WIB

Rajah, Jimat, dan Mantra: Bedanya Apa dan Kenapa Masih Dipercaya sampai Sekarang?

Rajah, Jimat, dan Mantra: Bedanya Apa dan Kenapa Masih Dipercaya sampai Sekarang?Ilustrasi Rajah, Jimat, dan Mantra. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah enggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa selembar kertas bertuliskan simbol aneh bisa dipercaya menangkal bala?

Atau kenapa batu kecil yang disebut jimat dianggap membawa keberuntungan, bahkan bikin seseorang merasa kebal? 

Belum lagi mantra, rangkaian kata yang katanya mampu mengubah nasib hanya dengan diucapkan.

Di balik semua itu, ada warisan leluhur yang sudah hidup ratusan tahun di Nusantara. Rajah, jimat, dan mantra bukan sekadar cerita mistis, tapi bagian dari budaya, keyakinan, dan cara manusia menghadapi hal-hal yang tak selalu bisa dijelaskan logika.

Yuk, simak maknanya dilansir dari YouTube/Belajar Leluhur selengkapnya!

Baca juga: Ajian Rajah Kalacakra: Ilmu Supranatural Jawa yang Bikin Pemiliknya Terlindungi dari Gangguan Gaib

Rajah, Tulisan Sakral Penuh Simbol

Rajah biasanya berbentuk tulisan atau simbol khusus yang dibuat dengan tujuan tertentu. Bisa untuk perlindungan, keselamatan, sampai kelancaran rezeki.

Di masa lalu, rajah ditulis memakai aksara Jawa, Bali, Arab Pegon, atau simbol-simbol kuno yang tidak semua orang bisa membacanya. Setiap garis dan titik dipercaya punya makna tersendiri.

Di banyak daerah, rajah sering digantung di atas pintu rumah sebagai penolak bala. Ada juga yang disimpan di dompet atau ditanam di pekarangan.

Rajah tidak dibuat sembarangan. Biasanya ditulis oleh orang yang dianggap punya kemampuan batin, seperti kiai, dukun, atau guru spiritual, dengan ritual khusus seperti puasa atau doa tertentu.

Bagi yang percaya, rajah bukan sekadar tulisan, tapi doa yang “ditanam” dalam bentuk simbol.

Jimat, Benda Kecil Penuh Keyakinan

Kalau rajah berbentuk tulisan, jimat biasanya berupa benda fisik. Bentuknya macam-macam, mulai dari batu, keris kecil, kain lipat, sampai potongan kayu sederhana.

Nah yang bikin jimat terasa “hidup” bukan wujudnya, tapi keyakinan dan ritual yang menyertainya.

Banyak orang percaya jimat memberi rasa aman. Pendekar merasa lebih berani, pedagang merasa usahanya lebih lancar, atau pengendara merasa lebih terlindungi di jalan. Jimat sering dianggap sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rajah, Jimat, dan Mantra: Bedanya Apa dan Kenapa Masih Dipercaya sampai Sekarang?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!