Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 16:05 WIB

Mengenal Ed Gein, Serial Killer yang Menginspirasi Film "The Silence of the Lambs"

Author

Ed Gein (via Britannica)

INDOZONE.ID - Ketika The Silence of the Lambs tayang pada 1991, sosok Jame “Buffalo Bill” Gumb langsung membuat penonton merinding. 

Karakter yang begitu menakutkan ini terasa nyata, karena Thomas Harris, penulis novel yang menjadi dasar film, menciptakan Buffalo Bill dengan mengambil inspirasi dari beberapa pembunuh paling terkenal di Amerika, salah satunya Ed Gein.

Ed Gein lahir sebagai anak bungsu dari dua bersaudara di Plainfield, Wisconsin. Masa kecilnya penuh tekanan. Ayahnya seorang pemabuk, sementara ibunya sangat dominan dan sering bersikap kasar. 

Baca juga: Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911

Ia selalu diingatkan tentang “bahaya perempuan” dan dibatasi dalam bergaul. Meski demikian, Ed sangat memuja ibunya, hubungan yang membuat kakaknya, Henry, khawatir dan kerap menegur sang ibu. Kesepian dan tekanan masa kecil ini kemudian diyakini turut membentuk psikologi Ed Gein yang kompleks.

Kejahatan yang Mengejutkan Publik

Nama Ed Gein mencuat pada 1957, ketika Bernice Worden, pemilik toko perkakas, menghilang. Ia terakhir terlihat bersama Ed, dan ketika polisi menyelidiki rumahnya yang terpencil, mereka menemukan pemandangan mengerikan. Tubuh Bernice tergantung di gudang, ditembak, dimutilasi, dan kepalanya disimpan di dalam kotak.

Penyelidikan lebih jauh mengungkap hal-hal yang lebih mengerikan lagi. Ternyata Ed Gein merampok makam wanita dan mengumpulkan bagian tubuh mereka untuk dijadikan barang rumah tangga dan pakaian. 

Ada kursi yang dibungkus kulit manusia, topeng dari wajah manusia, kotak berisi potongan tubuh.

Baca juga: Runtuhnya Dinasti Qing dalam Gelombang Nasionalisme yang Menyalakan Revolusi Cina 1911

Penemuan paling mengejutkan adalah “baju wanita” yang dibuat dari potongan tubuh manusia yang dia awetkan.

Inspirasi untuk Buffalo Bill

Kejahatan Ed Gein menjadi inspirasi langsung bagi karakter Buffalo Bill. Mirip dengan Gein, Buffalo Bill berusaha mengubah identitasnya melalui kulit manusia. Bedanya, Buffalo Bill memilih korban hidup alih-alih merampok makam. 

Ide mengenakan kulit orang lain sebagai simbol perubahan identitas ini jelas terinspirasi dari tindakan Gein yang nyata dan mengerikan.

Baca juga:  Jepang Menggila, Mengapa Ekspansi ke Asia Tenggara Begitu Cepat dan Tak Terbendung?

Proses Hukum dan Akhir Hidup

Ed Gein mengaku membunuh dua wanita yang dianggap mirip ibunya, namun mengaku tidak bersalah karena alasan gila. Ia didiagnosis menderita skizofrenia dan pada 1957 dianggap tidak layak diadili. 

Pada 1968, setelah dinilai mampu membela diri, ia diadili dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan Bernice Worden, meski tetap dianggap gila saat melakukan kejahatan tersebut. Ed Gein kembali dikirim ke rumah sakit jiwa hingga meninggal pada 1984 akibat gagal napas yang terkait kanker paru-paru.

Baca juga: Sejarah Teh Dalam Perspektif Dinasti Shang: Dari Tanaman di Asia yang Mendunia

Ed Gein bukan hanya seorang pembunuh berbahaya. Kisah hidupnya yang mengerikan dan perilakunya yang ekstrem menginspirasi karakter fiksi yang terkenal, sekaligus menjadi pengingat kelam tentang sisi gelap psikologi manusia. 

Masa kecil yang berat, kesepian, dan obsesi terhadap ibunya menjadi bagian dari cerita tragis seorang manusia yang meninggalkan jejak gelap dalam sejarah kriminal Amerika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica.com, Aetv.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU