Jumat, 12 SEPTEMBER 2025 • 13:06 WIB

Ironi Charlie Kirk: Pendukung Penggunaan Senjata di Amerika yang Tewas karena Penggunaan Senjata

Author

Charlie Kirk. (REUTERS)

INDOZONE.ID - Charlie Kirk sedang berbicara dalam sebuah debat yang diselenggarakan oleh organisasi politik nirlaba miliknya ketika ia ditembak mati di sebuah perguruan tinggi di Utah.

Sesaat sebelum penembakan, Kirk sedang menerima pertanyaan dari seorang anggota audiens tentang penembakan massal dan kekerasan senjata api.

Charlie Kirk menjadi martir saat menghadiri acara di Utah #chuckholton

“Apakah Anda tahu berapa banyak warga transgender Amerika yang menjadi pelaku penembakan massal dalam 10 tahun terakhir?” tanya seorang anggota audiens. Kirk menjawab: “Terlalu banyak.”

Penanya melanjutkan: “Apakah Anda tahu berapa banyak pelaku penembakan massal yang ada di Amerika dalam 10 tahun terakhir?”

Baca juga: Ironi Pelecehan Anak di Markas Polisi: Korban Mengadu, Pelaku Belum Tersentuh Hukum

“Dengan menghitung kekerasan geng atau tidak?” tanya Kirk.

Video yang diposting ke media sosial memperlihatkan Kirk sedang berbicara menggunakan mikrofon genggam di halaman Sorensen Center di Universitas Utah Valley di Orem.

Kirk terlihat duduk di bawah tenda putih yang dihiasi dengan slogan, “The American Comeback” dan “Prove Me Wrong.”

Sebuah tembakan terdengar dan Kirk terlihat mengangkat tangannya saat darah dalam jumlah besar mengalir dari sisi kiri lehernya.

Penonton yang terkejut terengah-engah dan berteriak. Beberapa orang melarikan diri.

Baca juga: 5 Fakta Polemik TNI vs Ferry Irwandi: Dari Rencana Laporan hingga Saran Yusril

Seseorang yang ditahan di Universitas Utah Valley ternyata bukan tersangka, menurut seseorang yang mengetahui penyelidikan tersebut namun tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka.

Belum jelas apakah pihak berwenang masih mencari tersangka di kampus.

Saat kabar kematian Kirk menyebar, beberapa orang membagikan kembali pernyataannya di masa lalu tentang kekerasan bersenjata, termasuk mengedarkan ulang komentarnya.

Pada tahun 2023, Kirk pernah menyatakan bahwa kematian akibat senjata api adalah 'colateral damage' atau “layak dikorbankan” demi mempertahankan Amandemen Kedua dalam Konstitusi AS. Amandemen itu menjamin hak untuk memiliki dan membawa senjata.

“Layak menanggung akibatnya, termasuk beberapa kematian akibat senjata tiap tahun, agar kita tetap punya Amandemen Kedua untuk melindungi hak-hak lain yang dianugerahkan Tuhan... Itu adalah pertukaran yang bijak,” katanya dalam sebuah acara di Salt Lake City, 5 April 2023.

Dalam artian, ia mendukung penggunaan senjata, sementara banyak warga AS minta undang-undangan tersebut diubah lantaran kasus penembakan massal di sekolah atau wilayah di Amerika Serikat.

Ironisnya, Kirk ditembak mati saat menjawab pertanyaan tentang prinsipnya terhadap senjata tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al.com, NDTV

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU