Fenomena Spontaneous Human Combustion (SHC) atau Terbakar Sendiri (sumber: intuitiveunderground)
INDOZONE.ID - Bayangkan, seseorang ditemukan tewas dan tubuhnya hangus seperti dibakar api, tapi tanpa ada jejak kebakaran besar di sekitarnya. Tak ada lilin menyala, tak ada kebocoran gas, apalagi ledakan. Yang tertinggal hanya tubuh yang hangus menghitam dan misteri yang tetap membisu, tak terpecahkan hingga kini. Fenomena ini dikenal sebagai Spontaneous Human Combustion (SHC), alias "terbakar sendiri" secara spontan.
Selama ratusan tahun, kasus-kasus aneh seperti ini bikin para ilmuwan, detektif, hingga masyarakat awam menggaruk kepala. Apakah ini kejadian nyata, atau cuma mitos urban yang terlalu sering diulang?
Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada tahun 1951 di Florida. Mary Reeser, wanita berusia 67 tahun, ditemukan dalam kondisi tragis oleh tetangganya, tubuhnya hampir sepenuhnya hangus terbakar, menyisakan hanya satu bagian yang utuh yaitu kaki kirinya, yang masih mengenakan sandal. Anehnya, kursi yang ia duduki juga terbakar, tapi benda-benda di sekeliling ruangan, termasuk kertas dan furnitur kayu nyaris tak tersentuh api.
Api macam apa yang bisa membakar tubuh manusia hingga seperti itu tapi tidak menyambar sekelilingnya?
Kasus Mary Reeser bukan satu-satunya. Sejumlah kasus lain seperti Henry Thomas (Wales, 1980), dan Jeannie Saffin (Inggris, 1982), juga meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Baca juga: Fenomena Kutub dan Perubahan Iklim Ekstrem: Ancaman Nyata Bagi Dunia?
Para ilmuwan selama bertahun-tahun mencoba menjelaskan fenomena ini. Teori yang paling banyak diterima adalah wick effect atau "efek sumbu", yakni mekanisme di mana tubuh manusia terbakar perlahan seperti lilin, dengan pakaian berperan sebagai sumbu dan lemak tubuh bertindak sebagai bahan bakar yang menopang nyala api secara terus-menerus. Dalam kondisi ini, pakaian menyerap lemak yang mencair, memungkinkan api menyala lambat namun intens dari dalam tubuh, menghasilkan pembakaran yang ekstrem meski tanpa adanya sumber api besar di sekitar.
Namun tetap saja teori ini memerlukan sumber api eksternal, sekecil apa pun. Sedangkan dalam banyak kasus SHC, tak ada satu pun pemicu yang bisa ditemukan. Tidak ada korek, rokok, atau sumber api apa pun.
Lalu, apa penyebabnya?
Beberapa teori ekstrem menyebutkan reaksi kimia dalam tubuh, seperti produksi metana berlebihan di sistem pencernaan, bisa menciptakan ledakan internal. Namun sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang membenarkan itu.
Bahkan beberapa ilmuwan menyebut SHC sebagai sesuatu yang "sangat kecil kemungkinan terjadinya secara alami." Tapi bukti forensik dari kasus-kasus tertentu tetap bikin teori itu goyah.
Di era TikTok dan Reddit, teori tentang SHC kembali jadi bahan diskusi viral. Ada yang percaya ini ulah makhluk gaib, alien, hingga dimensi lain. Video berjudul “Manusia Terbakar Sendiri Saat Tidur?” telah ditonton jutaan kali, meski sering kali tanpa dasar ilmiah yang jelas.
Bahkan ada yang mengaitkan SHC dengan energi spiritual, atau kemarahan internal yang “meledak” dalam bentuk api literal. Kedengarannya seperti fiksi, tapi hal-hal semacam ini justru laku keras di dunia konten digital.
Baca juga: Menengok Fenomena Unik Dry Valley Antartika, Lembah Terkering di Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Allthatsinteresting.com