Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 12:14 WIB

Cerita Lengkap Kasus Pembunuhan Derrick Robie: Anak 13 Tahun Bunuh Balita 4 Tahun

Author

Erik Smith. (Instagram/@marikitaungkap) (Instagram/@marikitaungkap)

INDOZONE.ID - Pada tahun 1993, sebuah kota kecil di New York digemparkan oleh kasus yang melibatkan dua anak laki-laki. Balita yang baru berusia 4 tahun, nyawanya dihabisi oleh anak yang masih berusia 13 tahun.

Motifnya tidak jelas, yang pasti ini hasil dari kemarahan mendadak, dan ledakan yang brutal. Terdapat satu pertanyaan yang menghantui semua orang tentang "Bagaimana bisa seorang anak berusia 13 tahun mempunyai naluri seperti itu?".

Erik Smith, ia berusia 13 tahun saat ditetapkan sebagai tersangka. Kejadian tersebut bermula saat di sekolahnya tengah mengadakan kemah musim panas di kota kecil Savona, New York.

Baca juga: Insiden Shinjuku–Kabukicho: Misteri Pembunuhan Love Hotel di Jepang yang Tak Terpecahkan

Di tengah acara, Erik melihat seorang bocah 4 tahun bernama Derrick Robie. Dengan tenang, Erik mulai mendekatinya dengan maksud tersembunyi.

Situasi yang tenang membuat Erik bertindak sendiri, ia menyusun rencana yang akan mengubah segalanya.

Di sini Erik membujuk Derrick untuk ikut masuk ke dalam hutan di dekat lokasi perkemahan. Tempat yang terpencil, jauh dari keramaian dan tanpa pengawasan orang dewasa. 

Di sanalah, Erik menjalankan aksi brutalnya. Ia mengambil sebuah batu besar dan memukul kepala Derrick berulang kali. Bukan sekadar tindakan spontan, hal ini dilandasi ledakan amarah yang tidak terkendali, seolah seluruh kekacauan dalam diri Erik meledak.

Sore harinya, jasad Derrick ditemukan oleh polisi dalam kondisi mengenaskan. Derrick mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh. 

Polisi segera melakukan penyelidikan besar-besaran untuk mencari pelakunya. Sementara itu, Erik kembali ke rumahnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Baca juga: Insiden Shinjuku–Kabukicho: Misteri Pembunuhan Love Hotel di Jepang yang Tak Terpecahkan

Ia berinteraksi dengan keluarga dan teman-temannya seperti biasa, menyimpan rahasia kelam yang tidak diketahui oleh siapa pun.

Empat hari setelah jasadnya Derrick ditemukan, Erick Smith secara tiba-tiba menawarkan diri untuk membantu polisi. Ia mengunjungi kantor polisi dan mengatakan bahwa ia melihat Derrick pada hari kejadian.

Ia bahkan memberikan detail pakaian yang dikenakan Derrick, yakni kaus putih  dan tas bekal. Polisi pada awalnya mengira Erik hanya seoang saksi mata yang ingin membantu, tidak ada sedikitpun kecurigaan dalam diri mereka.

Polisi tidak berpikir bahwa Erik adalah dalang dari semuanya, apalagi melihat usianya yang masih sangat muda. Namun, Erik terus memberikan informasi yang terlalu spesifik.

Detail-detail yang ia berikan hanya diketahui oleh pelaku. Polisi mulai curiga, dan penyelidikan pun mengarah kepada Erik. Ia diinterogasi lebih dalam, dan tekanan pun semakin besar. Polisi mulai menemukan celah dari setiap keterangan yang ia berikan.

Setelah dicurigai sebagai tersangka, Erik kemudian mengakui perbuatannya. Pengakuan tesebut mengejutkan publik. Tidak ada yang menyangka, seorang anak berusia 13 tahun mampu bertindak sekejam itu.

Dari sinilah terungkap bahwa Erik mengidap intermittent explosive disorder atau gangguan mental langka yang membuatnya tak bisa mengontrol ledakan amarah.

Erik Smith akhirnya dijatuhi hukuman dengan rentang 9 tahun hingga seumur hidup. Artinya, ia harus mengikuti minimal 9 tahun sebelum bisa mengajukan pembebasan bersyarat.

Baca juga: Insiden Shinjuku–Kabukicho: Misteri Pembunuhan Love Hotel di Jepang yang Tak Terpecahkan

Vonis ini memicu perdebatan sengit, banyak yang menilai hukuman itu terlalu ringan untuk pembunuhan sadis. Ia akhirnya menjalani total 28 tahun di penjara. Selama itu, Erik mengikuti terapi untuk gangguan mentalnya.

Pada tahun 2022, setelah 28 tahun mendekam di penjara, permohonan pembebasan bersyarat Erik Smith akhirnya dikabulkan. Ia dibebaskan dan kini tinggal di Queens, New York, jauh dari lokasi kejadian yang menghantui masa lalunya.

Walaupun kasus ini sudah ditutup secara hukum, namun perdebatan tentang seberapa layak hukuman yang ia terima masih terus bergema di ruang publik hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @marikitaungkap

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU