Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 14 JULI 2025 • 08:00 WIB

Agak Laen, Pengacara Ini Nekat Bunuh Kliennya Sendiri Cuma Karena Malas Hadiri Persidangan

Agak Laen, Pengacara Ini Nekat Bunuh Kliennya Sendiri Cuma Karena Malas Hadiri PersidanganKiri: Tersangka Gregory Moore. Kanan: Aliza Sherman. (dok. Cuyahoga County Sheriff's Department/News5Cleveland)

INDOZONE.ID - Seorang pengacara perceraian bernama Gregory Moore (39) dari Ohio, Amerika Serikat, ditangkap setelah diduga membunuh kliennya sendiri, Aliza Sherman. 

Gregory membunuh Aliza bukan karena dendam atau sakit hati. Tapi hanya untuk menghindari sidang yang dijadwalkan di pengadilan. Terdengar aneh, bukan?

Selama kariernya, Gregory dikenal sebagai pengacara yang kerap menunda persidangan dengan berbagai alasan tidak masuk akal. Ia disebut-sebut sering berpura-pura sakit, bahkan pernah memalsukan kecelakaan mobil.

Baca juga: Misteri Pembunuhan West Mesa: 11 Kerangka Perempuan Ditemukan di Gurun

Pada tahun 2012, ia dilaporkan pernah membuat ancaman bom palsu ke gedung pengadilan demi menunda persidangan. Ia terus membuat laporan bom palsu sampai pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Namun, dugaan upaya paling ekstrem terjadi pada 2013 ketika Gregory menghadapi sidang terkait kasus perceraian kliennya sendiri, Aliza Sherman (53), seorang perawat yang juga tinggal di Ohio.

Dugaan Pembunuhan Berencana

Agak Laen, Pengacara Ini Nekat Bunuh Kliennya Sendiri Cuma Karena Malas Hadiri PersidanganIlustrasi Gregory Moore melakukan pembunuhan. (Foto ini dibikin menggunakan prompt ChatGPT.)

Menurut hasil penyelidikan Biro Investigasi Kriminal Ohio (BCI), Gregory diduga mengatur pertemuan dengan Aliza di kantor hukumnya sehari sebelum sidang. Berdasarkan rekaman CCTV, ia sempat masuk ke gedung menggunakan kartu akses, namun tidak benar-benar masuk ke dalam.

Ya, itu cuma alibi Gregory doang. Ia kemudian mematikan ponselnya dan mengganti pakaian dengan serba hitam sebagai penyamaran.

Tak lama kemudian, Aliza tiba di kantor hukum Gregory. Awalnya, Aliza tetap diam di mobil karena pintu kantor terkunci. Gregory lalu mengirim pesan kepadanya bahwa pintu sudah dibuka.

Aliza kemudian berjalan masuk menuju kantor Gregory. Di sana, ia tiba-tiba disergap dan ditikam sebanyak 11 kali.

Selesai dengan aksinya, Gregory langsung melarikan diri. Hal itu dibuktikan dari rekaman CCTV yang diperoleh petugas.

Tak lama setelah kejadian, Gregory berpura-pura mengirim pesan ke Aliza seolah-olah menunggunya di dalam kantor. Tentu saja hal ini dilakukan untuk memperkuat alibi palsunya.

Aliza sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The New York Times

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Agak Laen, Pengacara Ini Nekat Bunuh Kliennya Sendiri Cuma Karena Malas Hadiri Persidangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!