INDOZONE.ID - Keith Jesperson dikenal sebagai Happy Face Killer, seorang pembunuh berantai asal Kanada yang melakukan aksinya di Amerika Serikat pada awal 1990-an.
Ia mendapat julukan itu karena sering meninggalkan gambar wajah tersenyum di akhir surat pengakuannya kepada media dan polisi. Senyum itu bukan tanda kebahagiaan, melainkan pertanda kematian.
Keith Jesperson lahir pada 6 April 1955 di British Columbia, Kanada. Ia tumbuh dalam keluarga yang keras. Ayahnya dikenal kasar dan suka memukul, sementara ibunya tidak banyak membela.
Sejak kecil, Keith sudah menunjukkan tanda-tanda kelainan perilaku. Ia menyiksa hewan, menyendiri, dan sering merasa marah terhadap orang-orang di sekitarnya.
Ia kemudian bekerja sebagai sopir truk jarak jauh di Amerika Serikat, sebuah pekerjaan yang membuatnya sering bepergian ke berbagai negara bagian. Pekerjaan inilah yang memudahkan dia untuk membunuh tanpa cepat tertangkap.
Baca juga: Kisah Pasutri Pembunuh Berantai Fred dan Rose West: Incar Gadis Muda, Termasuk Anak Mereka Sendiri
Pada awal tahun 1990, Keith bertemu dengan seorang wanita bernama Taunja Bennett di sebuah bar di Oregon. Setelah membawanya pulang, terjadi pertengkaran, dan Keith kemudian membunuh Taunja dengan cara dicekik.
Namun anehnya, bukan Keith yang ditangkap. Seorang wanita bernama Laverne Pavlinac dan pacarnya John Sosnovske justru mengaku sebagai pelaku pembunuhan Taunja. Mereka ditangkap dan dijatuhi hukuman, meskipun sebenarnya tidak bersalah.
Karena kesal, Keith mulai mengirim surat anonim ke polisi dan media. Ia mengaku sebagai pelaku asli dan menambahkan simbol wajah tersenyum di akhir surat. Dari sinilah julukan Happy Face Killer muncul.
Setelah pembunuhan pertama, Keith terus melakukan aksinya. Dalam kurun waktu 1990 hingga 1995, ia membunuh sedikitnya 8 wanita. Korban-korbannya kebanyakan adalah tunawisma atau pekerja seks komersial.
Modusnya hampir selalu sama yaitu dengan cara mencekik korban lalu membuang jasadnya di tempat terpencil seperti semak-semak, pinggir jalan tol, atau jurang.
Baca juga: Tragedi Cikini 1957, Upaya Pembunuhan Soekarno Menggunakan Granat
Pengadilan Keith Jesperson. (People.com)
Pada tahun 1995, Keith membunuh pacarnya sendiri, seorang wanita bernama Julie Ann Winningham. Berbeda dari korban sebelumnya, Julie punya hubungan pribadi dengan Keith dan jejaknya tidak mudah dihapus.
Setelah penyelidikan, Keith akhirnya tertangkap. Ia pun menyerahkan diri, dan menulis surat pengakuan sepanjang 6 halaman, mengaku sebagai pelaku dari pembunuhan yang lain. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan saat ini masih mendekam di penjara Oregon.
Simbol wajah tersenyum yang biasa dianggap sebagai tanda kebahagiaan, dalam kasus ini menjadi lambang dari sisi tergelap seorang manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: