Jumat, 17 MEI 2024 • 13:15 WIB

Misteri Terowongan Mrawan Alas Gumitir, Konon Angkernya Bikin Merinding Lama

Author

Misteri Terowongan Mrawan Alas Gumitir, Konon Angkernya Bikin Merinding Lama

INDOZONE.ID - Terowongan Mrawan, yang terletak di dekat Stasiun Mrawan di wilayah Sidomulyo, Silo, Kabupaten Jember, menyimpan berbagai cerita misteri yang telah lama menjadi buah bibir masyarakat sekitar. 

Dibangun pada masa kolonial Belanda oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen, terowongan ini memiliki panjang 690 meter dan menyimpan sejarah panjang, mulai dari pembangunan hingga berbagai kejadian mistis yang kerap dikaitkan dengannya. 

Artikel ini akan mengulas sejarah terowongan Mrawan, pemandangan indah di sekitarnya, dan misteri-misteri angker yang membuat bulu kuduk merinding.

Baca Juga: Misteri Patung Gandrung Alas Gumitir Banyuwangi: Konon Tangannya Sering Bergerak Sendiri

Sejarah dan Pembangunan Terowongan Mrawan

Terowongan Mrawan mulai dibangun pada tahun 1901 dan selesai pada tahun 1910 oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Belanda. 

Pembangunan ini dimulai dengan membangun tembok di kedua sisi terowongan pada periode 1901-1902, kemudian dilanjutkan dengan konstruksi lengkung penutup yang memakan waktu delapan tahun. 

Terowongan ini menembus Gunung Gumitir yang membatasi Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi, menjadi salah satu jalur penghubung vital di kawasan lintas selatan Pulau Jawa.

Baca Juga: Misteri Tempat Pesugihan Kandang Bubrah Paling Terkenal di Wonogiri

Peran dalam Transportasi

Pada awal pengoperasiannya, terowongan Mrawan digunakan sebagai sarana transportasi penumpang dan pengangkutan komoditas ekspor seperti kopi, gula, dan beras, serta hasil pertanian sehari-hari masyarakat di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. 

Hingga saat ini, terowongan ini masih aktif digunakan dan berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi IX Jember, dilalui oleh kereta api jarak jauh seperti Mutiara Timur Siang, Mutiara Timur Malam, Sritanjung, Tawangalun, dan kereta api lokal Pandanwangi serta Probowangi.

Baca Juga: Dusun Tempel, Desa Paling Ekstrem yang Menempel di Tepi Jurang

Keindahan dan Keangkeran Alas Gumitir

Meskipun dikenal dengan cerita-cerita angkernya, pemandangan di sekitar terowongan Mrawan sangat indah. Terowongan ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rimbun dan berada di kawasan wisata Gunung Gumitir, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Nama Mrawan sendiri diambil dari sungai yang mengalir di dekat kompleks stasiun dan terowongan ini.

Baca Juga: Kisah di Balik Sejarah Hari Perawat Sedunia, Ternyata Ada Kaitannya dengan Florence Nightingale

Cerita Mistis di Sekitar Terowongan

Sejarah panjang terowongan Mrawan tidak lepas dari cerita-cerita mistis yang menyertainya. Salah satu kisah paling terkenal adalah tentang arwah para pekerja paksa yang meninggal saat membangun jalur kereta api ini. 

Penduduk sekitar percaya bahwa banyak pekerja paksa yang meninggal karena kelaparan dan kelelahan akibat kerja tanpa upah dan makanan yang layak. Arwah-arwah mereka diyakini masih menghantui kawasan ini, menjadikan alas Gumitir sebagai rumah mereka.

Baca Juga: Misteri Tempat Pesugihan Gunung Srandil di Cilacap Jawa Tengah

Misteri dan Kejadian Mistis

Misteri Terowongan Mrawan Alas Gumitir, Konon Angkernya Bikin Merinding Lama

Kesaksian Penjaga Terowongan

Para petugas jaga terowongan (PJTW) di Stasiun Mrawan sering kali melaporkan kejadian-kejadian aneh di sekitar terowongan. Mereka mengaku mendengar suara-suara tangisan orang meminta tolong dan melihat bayangan sosok pekerja dengan pakaian compang-camping di sepanjang jalur terowongan. Konon, sosok-sosok ini adalah para pekerja paksa yang mati kelaparan akibat kerja Romusha pada masa penjajahan.

Baca Juga: Kisah Wabah Black Death: Pandemi Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Kaitan Kisah Mistis dengan Romusha

Terowongan Mrawan dibangun pada masa kolonial Belanda dan kemudian juga digunakan pada masa penjajahan Jepang. Selama pendudukan Jepang, sistem kerja paksa yang dikenal sebagai Romusha diperkenalkan. 

Ratusan pekerja paksa diperintahkan untuk membuat terowongan ini, namun hanya segelintir yang selamat. Banyak dari mereka yang meninggal akibat kondisi kerja yang sangat keras dan minimnya makanan.

Baca Juga: Misteri Alas Purwo Banyuwangi, Mengungkap Kisah-Kisah Legendaris di Hutan Tertua Pulau Jawa

Pembuangan Mayat PKI

Selain cerita para pekerja paksa, alas Gumitir juga dikenal sebagai tempat pembuangan mayat-mayat anggota PKI pada masa pasca kemerdekaan Indonesia. Mayat-mayat tersebut konon dibuang dan disebar di beberapa tempat di alas Gumitir, terutama di titik tertinggi Jalan Raya Lintas Gumitir, yang dikenal dengan sebutan Watu Gudang.

Baca Juga: Misteri Makam Gantung di Blitar: Mengungkap Legenda Ajian Pancasona

Misteri Terowongan Mrawan Alas Gumitir, Konon Angkernya Bikin Merinding Lama

Terowongan Mrawan di alas Gumitir bukan hanya sekadar jalur transportasi bersejarah, tetapi juga menyimpan banyak misteri dan cerita mistis yang membuat bulu kuduk merinding. 

Dari arwah para pekerja paksa hingga cerita pembuangan mayat anggota PKI, semua itu menjadi bagian dari sejarah kelam yang melingkupi terowongan ini.

Bagi masyarakat sekitar dan para petugas yang bekerja di sana, kisah-kisah tersebut menjadi peringatan tentang masa lalu yang penuh penderitaan dan kekejaman. Di balik keindahan alamnya, terowongan Mrawan dan alas Gumitir menyimpan cerita-cerita misteri yang masih hidup hingga kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube @Pustaka Lestari Chanel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU