Sabtu, 17 DESEMBER 2022 • 12:02 WIB

Kisah Rena 'Rusty' Kanokogi, Menyamar Jadi Pria Supaya Bisa Mendapat Hak yang Sama

Author

Rena 'Rusty' Kanokogi. (morbidology.com)

Dunia kadang dianggap tidak adil bagi sebagian orang, seperti wanita yang satu ini yang menganggap bahwa dunia tampak tidak mampu memberikannya hak yang sama dengan pria. 

Rena 'Rusty' Kanokogi salah satunya, wanita yang rela menyamar menjadi pria demi bisa menggapai impiannya mengikuti turnamen judo. 

Dikutip dari History of Yesterday, tahun 1959 wanita bernama Rena ini nekat mengikuti turnamen yang diperuntukkan kepada pria tersebut. 

Baca Juga: Koma Selama 2 Bulan, Bocah 7 Tahun Meninggal Akibat Dibanting 27 Kali dalam Latihan Judo

Permasalahan utamanya adalah Rena berjenis kelamin perempuan, sementara turnamen judo pada masa itu hanya boleh diikuti oleh laki-laki.

Namun, karena keinginannya yang besar Rena masih tidak mau menyerah. Ia mendaftarkan diri dalam turnamen tersebut sambil menyamarkan dirinya sebagai laki-laki. 

Supaya orang-orang tidak curiga, Rena memotong rambutnya hingga pendek dan mengikat dadanya supaya tidak terlihat menonjol.

Sepanjang turnamen berlangsung, Rena berhasil menyingkirkan lawan-lawannya satu demi satu. Hasilnya, Rena pun berhasil keluar sebagai pemenang.

Akan tetapi tidak semudah itu, pihak panitia ternyata merasa curiga jika Rena bukanlah laki-laki. Pada saat waktu penyerahan medali pemenang tiba, panitia mempertanyakan hal tersebut. 

Akhirnya, Rena terpaksa mengaku jika dirinya adalah seorang perempuan. Sebagai akibatnya, Rena pun dicoret dari turnamen dan ia batal mendapatkan medalinya. Semua kerja keras Rena dalam turnamen tersebut nampak sia-sia.

Meski gagal jadi juara judo, namun Rena menjadi juara bagi wanita di masa depan. Pasalnya, dikarenakan hal tersebut banyak orang yang mulai menerima jika wanita bisa berkompetisi untuk kejuaraan judo. 

Baca Juga: Penyamaran Gagal Para Pelaku Kejahatan Yang Ketahuan Polisi

Tahun 1984, untuk pertama kalinya turnamen judo khusus wanita diperlombakan dalam Olimpiade. Sampai-sampai pemerintah Jepang selaku negara asal judo mempersembahkan medali kehormatan Ordo Matahari Terbit kepada Rena pada tahun 2008. 

Gelar tersebut biasanya diberikan pemerintah Jepang kepada orang-orang asing yang sudah memiliki jasa besar bagi Jepang.

Sementara Rena meninggal pada tahun 2009 akibat kanker dalam usia 74 tahun. Sekarang ia diakui sebagai salah satu atlet judo wanita paling berpengaruh di dunia. 

Artikel Menarik Lainnya: 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU