Ilustrasi warna cat rumah yang dianggap sial (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang percaya warna cat rumah bukan sekadar urusan estetika. Dalam berbagai budaya, termasuk Feng Shui Tiongkok dan mitos urban modern, ada warna-warna tertentu yang dianggap membawa energi negatif, memicu pertengkaran, bahkan mendatangkan kesialan.
Namun benarkah demikian?
Di balik anggapan soal “warna pembawa sial”, para ahli desain interior dan psikologi lingkungan justru melihat warna sebagai faktor yang memengaruhi emosi, perilaku, dan kenyamanan penghuni rumah. Jadi, sebagian mitos ternyata punya dasar psikologis, meski tidak selalu berkaitan dengan hal mistis.
Berikut ini ada beberapa warna yang dianggap pembawa sial berdasarkan beberapa sumber, sa;ah satunya dari Feng Shui News dan E-Journal UKRI.
Dalam banyak kepercayaan, warna hitam pekat sering diasosiasikan dengan duka, kesepian, atau aura suram. Praktik Feng Shui juga menyebut penggunaan hitam berlebihan bisa membuat energi ruang terasa “berat” bila tidak diseimbangkan elemen lain.
Baca juga: Warna Keberuntungan Tahun Kuda Api 2026 Menurut Feng Shui: Fakta dan Mitosnya
Dari sisi psikologi ruang, penggunaan warna gelap secara dominan memang dapat memengaruhi suasana hati penghuni. Ruangan yang terlalu gelap cenderung terasa sempit, tertutup, dan menekan secara emosional.
Sejumlah studi tentang psikologi warna menyebut warna interior memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi psikologis dan fisiologis pengguna ruang. Warna gelap berlebihan dapat menurunkan rasa nyaman dan memicu suasana murung pada sebagian orang.
Meski begitu, hitam bukan berarti tabu total. Dalam desain modern, warna hitam tetap bisa terlihat elegan bila dipakai sebagai aksen, bukan warna dominan seluruh ruangan.
Merah sering dianggap warna keberuntungan dalam budaya Tiongkok. Namun dalam Feng Shui, penggunaan merah berlebihan justru diyakini bisa meningkatkan konflik dan emosi panas.
Pandangan ini ternyata punya kaitan dengan ilmu psikologi warna. Penelitian mengenai respons emosional terhadap warna menunjukkan merah mampu meningkatkan stimulasi, energi, dan detak fisiologis tubuh. Tetapi jika terlalu dominan, efeknya bisa berubah menjadi rasa tegang, gelisah, bahkan agresif.
Baca juga: Ternyata Ini Arti Warna-Warna di Pasta Gigi, Hoaks atau Fakta?
Karena itu, banyak desainer interior menyarankan merah terang digunakan secukupnya, misalnya pada dekorasi atau aksen ruang makan, bukan seluruh dinding rumah.
Warna abu-abu sempat menjadi tren desain minimalis modern. Tetapi jika dipakai berlebihan tanpa pencahayaan yang baik, warna ini sering dianggap menciptakan suasana dingin dan tidak hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: E-Journal UKRI, Feng Shui Newa