Pernahkan kalian menyaksikan film dimana para pemerannya berada pada lingkungan yang sangat dingin, namun mereka bertindak secara paradoks atau berlawanan dengan membuka pakaian.
Fenomena membuka pakaian saat merasa sangat dingin ini disebut dengan 'Hypothermia Undressing.'
Ketika hipotermia mulai terjadi, seseorang akan mulai menggigil dan kebanyakan orang mengalami masalah gerakan, seperti melambat lalu akan tampak linglung, bingung dan bertindak seolah-olah berada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol.
'Paradoxical Hypothermia Undressing' adalah salah satu tindakan yang lebih membingungkan.
Ini biasanya dilakukan oleh korban hipotermia ekstrem yang umumnya membuka sebagian atau seluruhnya pakaian mereka.
Para ilmuwan mengungkap ada 2 hipotesis untuk hal ini.
Pertama, fenomena ini merupakan konsekuensi dari vasospasme perifer.
Ketika mencapai titik di mana tubuh tidak dapat lagi melawan rasa dingin, serat otot akan membesar, menyebabkan pembuluh darah terbuka kembali seperti semula.
Baca Juga: Ini yang Terjadi pada Otak saat Petinju Terkena Pukulan di Wajah dan K.O
Darah dalam jumlah besar mengalir dari tubuh utama ke anggota tubuh dan membuat korban tiba-tiba merasa panas.
Para ahli percaya bahwa sensasi sekejap inilah yang menyebabkan para korban melepas pakaian mereka, dan akhirnya meninggal karena kehilangan panas.
Hipotesis kedua berkaitan dengan otak dimana suhu rendah mengganggu fungsi hipotalamus sebagai pusat pengaturan suhu tubuh.
Ketika suhu tubuh turun terlalu rendah, hipotalamus mengirimkan sinyal palsu yang mematikan ke seluruh tubuh bahwa "di sini sangat panas" padahal tidak.
Namun, itu semua masih sekedar hipotesis, karena 'Hypothermia Undressing' sering kali disertai dengan fenomena aneh lainnya.
Seperti korban yang mengubur diri di salju atau masuk ke tempat-tempat sempit seperti mobil atau dicelah-celah batu.
Artikel Menarik Lainnya:
- Tokek Gurun Namibia yang Menjilat Air Matanya Untuk Minum
- Iguana, Jenis Kadal yang Jadi Peliharaan Eksotis
- Nostradamus, Peramal Peristiwa Penting dalam Sejarah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: