Sabtu, 07 MARET 2026 • 15:41 WIB

Mengenal Reza Atmaja, Pembaca Tarot yang Gabungkan Pendekatan Psikologi dan Spiritual

Author

Reza Atmaja, Pembaca Tarot (Indozone/Sagita)

INDOZONE.ID - Dunia tarot sering kali identik dengan hal-hal mistis atau ramalan masa depan. Namun bagi Reza Atmaja, tarot justru menjadi media refleksi diri yang lebih dekat dengan pendekatan psikologi dan spiritualitas.

Reza merupakan seorang pembaca tarot yang telah menekuni dunia spiritual selama sekitar dua setengah tahun terakhir, meskipun perjalanan kariernya sendiri sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

Menariknya, latar belakang Reza sama sekali tidak berasal dari dunia spiritual. Ia justru berasal dari bidang yang sangat rasional dan penuh perhitungan, yaitu akuntansi dan keuangan.

Baca juga: Mengenal Profesi Tarot Reader: Dari Sejarah Kartu Hingga Peluang Penghasilan Belasan Juta Rupiah

Dari Dunia Keuangan ke Dunia Spiritual

Sebelum dikenal sebagai pembaca tarot, Reza bekerja di dunia korporat. Pekerjaan terakhirnya bahkan berada di sektor perbankan, sebuah lingkungan kerja yang menuntut pola pikir logis, analitis, dan sangat berorientasi pada angka.

Latar belakang pendidikan dan kariernya pun sejalan dengan hal tersebut. Reza berasal dari bidang akuntansi dan ekonomi, yang semuanya berkaitan erat dengan logika dan realitas sehari-hari.

“Semua serba logika, serba kenyataan, serba keduniawian,” ungkapnya sesi wawancara, Jumat (06/03/2026)

Baca juga: Makna dan Filosofi Tarot: Membaca Pola dan Kemungkinan, Bukan Meramal atau Membaca Takdir

Perubahan besar dalam hidupnya mulai terjadi ketika lingkaran pertemanannya perlahan berubah. Jika sebelumnya ia berada di lingkungan profesional kantor, ia mulai mengenal berbagai komunitas yang berkaitan dengan spiritualitas, seperti praktisi yoga, healer, hingga animal communicator, orang yang dipercaya mampu berkomunikasi dengan hewan.

Perubahan lingkungan ini membuka perspektif baru bagi Reza tentang dunia spiritual yang sebelumnya tidak terlalu ia kenal.

Awal Perjalanan dengan Energi dan Kristal

Sebelum mendalami tarot, Reza sebenarnya sudah lebih dulu tertarik pada praktik energi melalui batu kristal.

Ia mengaku cukup lama berinteraksi dengan kristal sebagai bagian dari energy work atau praktik yang berkaitan dengan energi.

Bermain dengan kristal menjadi salah satu pintu awal yang memperkenalkannya pada konsep energi dan spiritualitas yang lebih luas. Dari situ, ketertarikannya pada berbagai praktik spiritual perlahan berkembang.

Namun titik balik sebenarnya terjadi ketika ia mulai merasa tertarik pada tarot.

Reza menggambarkan pertemuan pertamanya dengan tarot sebagai pengalaman yang terasa sangat intuitif. Ia merasakan dorongan kuat untuk memegang dan mempelajari kartu tarot, seolah ada sesuatu yang memanggilnya.

“Rasanya seperti ada sesuatu yang memanggil. Kayak benda ini tuh pengen banget dipegang, pengen dipelajarin,” ujarnya.

Baca juga: Apakah Kartu Tarot Bergantung dengan Shio atau Zodiak? Simak Penjelasannya!

Ia bahkan mengibaratkan ketertarikannya pada tarot seperti seseorang yang menemukan permainan baru yang terasa sangat menarik.

“Kayak orang main game, kok gaming ini kayaknya seru ya? Pengen gue tekunin, pengen gue tamatin,” tambahnya.

Dari rasa penasaran itu, ia mulai mempelajari tarot secara lebih serius sekitar tahun 2024.

Perjalanan Spiritual di Bali

Perjalanan spiritual Reza semakin dalam ketika ia melakukan perjalanan ke Bali. Awalnya, perjalanan tersebut hanya sekadar liburan biasa. Tanpa ia duga, perjalanan tersebut justru membawanya pada pengalaman spiritual yang lebih mendalam.

Di sana, ia mengikuti perjalanan spiritual seorang temannya yang mengunjungi beberapa guru spiritual di Bali.

Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya tentang spiritualitas dan membuka kesempatan untuk belajar lebih jauh.

Baca juga: Di Balik Pembacaan Kartu Tarot: Ada Salah Kaprah yang Perlu Diluruskan

Dalam perjalanan yang sama, Reza secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pembaca tarot di Bali. Pertemuan itu menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan spiritualnya.

Saat itu, tarot reader tersebut memintanya untuk memberikan data seperti tanggal lahir dan jam lahir untuk dianalisis melalui numerologi. Mereka juga melihat garis tangannya.

Dari situ, ia mendapat komentar yang cukup mengejutkan.

“Mereka bilang kayaknya aku sudah punya potensi atau bakat di bidang ini. Jadi gak apa-apa kalau mulai belajar dari sekarang,” cerita Reza.

Ucapan tersebut menjadi dorongan bagi dirinya untuk semakin serius mempelajari tarot.

Tarot sebagai Alat Refleksi

Bagi Reza, tarot bukan alat untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Pernyataan itu turut menepis anggapan bahwa pembaca tarot semata-mata meramal masa depan.

Baca juga: Ahli Tarot Bongkar Kondisi Tiara Andini Usai Alshad Ahmad Diisukan Menikah sama Nissa

Menurutnya, tarot lebih berfungsi sebagai guide atau panduan yang membantu seseorang melihat situasi dari perspektif berbeda sebelum mengambil keputusan. 

Reza melihat tarot sebagai media untuk memahami kondisi psikologis dan emosional seseorang. Dengan menggabungkan spiritualitas dan pendekatan psikologi, ia berusaha membantu klien melihat masalah mereka dari sudut pandang yang lebih luas.

Pendekatan ini pula yang membuat praktik tarot yang ia jalani terasa lebih personal dan reflektif.

Baca juga: Teori Brahmana dan Peran dalam Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia

Perjalanan Reza Atmaja dari dunia perbankan menuju dunia tarot menunjukkan bahwa jalur hidup seseorang bisa berubah secara tak terduga.

Dari bidang yang sangat rasional, ia kini menekuni praktik yang lebih dekat dengan spiritualitas, namun tetap dengan pendekatan yang membumi dan rasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU