Ilustrasi kartu tarot (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah perkembangan media sosial dan meningkatnya minat masyarakat pada self-healing serta pengembangan diri, profesi tarot reader atau pembaca kartu tarot kini semakin sering diperbincangkan.
Kini tarot justru hadir lebih terbuka, mulai dari sesi konsultasi daring, konten edukatif, hingga live reading di berbagai platform digital.
Namun, apa sebenarnya tarot reader itu? Bagaimana cara kerjanya? Dan mengapa profesi ini bisa menghasilkan hingga belasan juta rupiah per bulan? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Makna dan Filosofi Tarot: Membaca Pola dan Kemungkinan, Bukan Meramal atau Membaca Takdir
Tarot Reader Atau Pembaca Kartu Tarot (Freepik)
Mengutip laman Medium, Tarot reader adalah seseorang yang menggunakan kartu tarot sebagai alat refleksi untuk membantu seseorang memahami situasi hidupnya. Dalam praktik modern, tarot tidak selalu dimaknai sebagai alat peramal masa depan, melainkan sebagai media introspeksi, pengambilan keputusan, dan pemetaan emosi.
Seorang tarot reader membaca simbol, gambar, dan susunan kartu untuk kemudian mengaitkannya dengan kondisi, pertanyaan, atau keresahan klien.
Hasil bacaannya biasanya disampaikan dalam bentuk sudut pandang baru, bukan sebagai kebenaran mutlak, melainkan bahan pertimbangan.
Baca juga: Apakah Kartu Tarot Bergantung dengan Shio atau Zodiak? Simak Penjelasannya!
Ilustrasi Kartu Tarot (Freepik)
Berdasarkan informasi laman The Tarotologist, kartu tarot sudah dikenal sejak sekitar abad ke 15, tepatnya di Eropa, khususnya Italia. Pada awal kemunculannya, tarot bukanlah alat spiritual, melainkan permainan kartu hiburan yang populer di kalangan bangsawan.
Bahkan, ada rumor yang menyebutkan tokoh besar seperti Leonardo da Vinci ikut memperkenalkan tarot di lingkungan elite, meski klaim ini masih diperdebatkan.
Memasuki awal abad ke 20, minat terhadap okultisme dan spiritualitas kembali meningkat. Di masa inilah tarot mulai mengalami transformasi besar. Sebuah dek tarot modern dengan 22 kartu Major Arcana dipopulerkan oleh Arthur Edward Waite, dengan ilustrasi ikonik karya Pamela Coleman Smith. Sejak saat itu, tarot mulai digunakan sebagai media refleksi psikologis dan spiritual.
Baca juga: Di Balik Pembacaan Kartu Tarot: Ada Salah Kaprah yang Perlu Diluruskan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium, Thetarotologist