INDOZONE.ID - Para ilmuwan di Universitas Oxford, Inggris berhasil mencapai teleportasi dengan superkomputer kuantum. Superkomputer ini dapat diskalakan dan mampu melakukan teleportasi kuantum.
Terobosan ini berfokus pada masalah skalabilitas dalam komputasi kuantum. Komputasi ini masih sulit untuk ditingkatkan ukurannya supaya dapat berfungsi secara luas dan lebih efisien.
Namun, dengan penemuan baru ini memungkinkan teknologi komputasi generasi berikutnya dapat diwujudkan dalam skala industri.
Bidang komputasi kuantum telah ada beberapa dekade lalu, tetapi baru dalam beberapa tahun terakhir, kemajuannya yang signifikan telah dibuat untuk mewujudkannya dalam skala praktis.
Baca Juga: Kisah Pilu Yingying Zhang: Mahasiswi Asal Tiongkok yang Hilang dan Dibunuh di Amerika Serikat
Superkomputer yang memanfaatkan sifat fisika kuantum ini menggantikan bit tradisional, terdiri dari angka "nol" dan "satu", yang biasanya digunakan untuk menyimpan atau mentransfer informasi digital, dengan bit kuantum (qubit), yang dapat bertindak sebagai nol dan satu secara bersamaan melalui fenomena yang disebut superposisi.
Hal ini memberikan komputer kuantum potensi untuk menjadi lebih kuat dari komputer super canggih saat ini yang masih mengandalkan teknologi komputasi konvensional.
Ini bukan pertama kalinya para ilmuwan mencapai teleportasi kuantum karena sebelumnya tim-tim peneliti telah berhasil mentransfer data dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa memindahkan qubit.
Namun, ini merupakan demonstrasi pertama teleportasi kuantum dilakukan, dari gerbang logika kuantum digunakan untuk mengontrol dan mengubah keadaan qubit, dalam sebuah jaringan komputer kuantum yang terhubung.
Baca Juga: Antara Duka dan Misteri Meninggalnya Barbie Hsu di Usia 48 Tahun, Prediksi Peramal Terbukti?
Para peneliti mengklaim bahwa teknik teleportasi kuantum ini dapat menjadi dasar bagi internet kuantum di masa depan, yang akan menawarkan jaringan super aman untuk komunikasi, komputasi, dan penginderaan.
Pemimpin penelitian ini dari Departemen Fisika Universitas Oxford, Dougal Main, berkata bahwa demonstrasi sebelumnya berfokus pada teleportasi kuantum pada transfer keadaan kuantum antara sistem yang terpisah secara fisik.
"Dalam studi kami, kami menggunakan teleportasi kuantum untuk menciptakan interaksi antara sistem-sistem yang berjauhan ini. Dengan menyesuaikan interaksi ini secara hati-hati, kami dapat menjalankan gerbang logika kuantum—operasi fundamental dalam komputasi kuantum—antara qubit yang ditempatkan di komputer kuantum yang terpisah. Terobosan ini memungkinkan kami untuk secara efektif ‘menghubungkan’ prosesor kuantum yang berbeda menjadi satu komputer kuantum yang sepenuhnya terhubung," lanjutnya.
Para peneliti juga menunjukkan bahwa sistem kuantum ini dapat dibangun dan diskalakan menggunakan teknologi yang sudah tersedia saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Independent UK