Iustrasi horoskop Jawa, Prnt Mangsa (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Di balik budaya Jawa yang kaya akan tradisi, terdapat sebuah sistem penanggalan unik bernama Pranata Mangsa. Bagi sebagian masyarakat Jawa, sistem ini bukan sekadar penanda musim, melainkan juga dipercaya mampu menggambarkan karakter, kesehatan, rezeki, hingga kecocokan karier seseorang berdasarkan waktu kelahirannya.
Pranata Mangsa sering disebut sebagai “horoskop Jawa” karena memiliki kemiripan dengan zodiak dalam astrologi Barat. Bedanya, sistem ini lahir dari kearifan lokal masyarakat agraris Jawa yang sejak dulu menggunakan perhitungan musim untuk bertani, membaca alam, dan memahami kehidupan manusia.
Pranata Mangsa merupakan sistem penanggalan tradisional Jawa yang membagi satu tahun menjadi 12 musim atau mangsa. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh Pakubuwana VII pada abad ke-19 sebagai panduan bercocok tanam bagi para petani di Jawa.
Seiring waktu, fungsi Pranata Mangsa berkembang lebih luas. Tidak hanya digunakan untuk menentukan musim tanam dan panen, masyarakat Jawa juga mengaitkannya dengan watak manusia, keberuntungan, kesehatan, hingga hubungan sosial.
Baca juga: Makna Nama-Nama Hari dalam Kalender Jawa, Ternyata Ada Filosofi Mendalam di Baliknya!
Menurut catatan Keraton Surakarta Hadiningrat, Pranata Mangsa menjadi salah satu bentuk pengetahuan lokal masyarakat Jawa dalam membaca perubahan alam dan kehidupan.
Pranata Mangsa terdiri dari 12 periode waktu dengan karakter berbeda-beda:
Kasa (23 Juni – 2 Agustus)
Karo (3 Agustus – 25 Agustus)
Katelu (26 Agustus – 18 September)
Kapat (19 September – 12 Oktober)
Kalima (13 Oktober – 9 November)
Kanem (10 November – 22 Desember)
Kapitu (23 Desember – 3 Februari)
Kawolu (4 Februari – 1 Maret)
Kasanga (2 Maret – 25 Maret)
Kasadasa (26 Maret – 18 April)
Dhesta (19 April – 11 Mei)
Saddha (12 Mei – 22 Juni)
Setiap mangsa diyakini memiliki energi dan pengaruh tersendiri terhadap manusia maupun alam sekitar.
Dalam kepercayaan Jawa, seseorang yang lahir pada mangsa tertentu dipercaya memiliki karakter khas.
Baca juga: Cara Menghitung Neptu Tertinggi di Kalender Jawa April 2026 dan Terendah Beserta Maknanya
Contohnya, mereka yang lahir pada Mangsa Kasa dikenal tegas, berani, dan memiliki jiwa pemimpin. Sementara kelahiran Mangsa Karo identik dengan pribadi kreatif dan artistik.
Berbeda lagi dengan Mangsa Katelu yang dipercaya melahirkan sosok logis dan realistis, sedangkan Mangsa Kapitu sering dikaitkan dengan pribadi bijaksana dan intuitif.
Meski tidak memiliki dasar ilmiah modern, tafsir semacam ini masih banyak diminati karena dianggap membantu seseorang memahami kepribadian diri maupun orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kementerian Kebudayaan RI