Rabu, 19 MARET 2025 • 08:45 WIB

Madfa Al Iftar, Tradisi Menembakkan Meriam Sebagai Penanda Waktu Berbuka Puasa

Author

Madfa Al Iftar, di mana berarti Meriam Berbuka Puasa, adalah sebuah meriam yang akan ditembakkan untuk memberi tahu orang-orang tentang telah tibanya waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan.

INDOZONE.ID - Waktu berbuka puasa adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu umat muslim yang berpuasa.

Nah kalau di Indonesia, umumnya tanda berbuka puasa yaitu dengan berkumandangnya Adzan Maghrib. Namun hal berbeda dan unik terjadi di negara-negara Timur-Tengah seperti Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Ya, tidak hanya adzan saja yang menjadi penanda waktu berbuka di negeri timur tengah tersebut, namun juga sebuah tembakan meriam bernama Madfaa Al Iftar, yang memang sudah menjadi tradisi di negara-negara tersebut.

Madfa Al Iftar, di mana berarti Meriam Berbuka Puasa, adalah sebuah meriam yang akan ditembakkan untuk memberi tahu orang-orang tentang telah tibanya waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan. Hingga saat ini, tradisi ini masih dipertahankan di negara-negara Timur Tengah.

Baca Juga: Kisah Baekuni, Predator yang Membunuh dan Memutilasi 14 Anak Jalanan

Berbicara tentang sejarahnya, ada beberapa versi yang menyatakan hal berbeda, namun yang paling umum ada 2 versi, yang pertama yaitu tradisi ini muncul di abad ke 19, di masa pemerintahan gubernur Ottoman di Mesir, bernama Muhammad Ali.

Nah yang versi kedua, tradisi ini dimulai pada hari pertama Ramadhan tahun 865, di mana pemimpin Kesultanan Malmuk, Sultan Khosh Qadam, ingin menguji meriam baru yang ia terima.

Tembakan meriam pertama dilepaskan bertepatan saat Shalat Maghrib, sehingga membuat masyarakat percaya bahwa tembakan meriam itu menandakan waktu berbuka puasa.

Praktik ini pun disambut baik oleh masyarakat, dan pada akhrinya penembakan meriam ini selalu dilakukan saat bulan ramadhan. Lambat laun, praktik inipun menyebar ke semua negara Arab dan menjadi bagian yang terpisahkan dari bulan ramadhan.

Baca Juga: Misteri di Balik Arti Mimpi dan Macam-macamnya dalam Alquran hingga Psikologi Modern

Penembakan meriam ini pertama kali dilakukan untuk menyambut datangnya bulan ramadhan, dan kemudian dilakukan setiap hari sebagai sarana untuk mengumumkan waktu berbuka puasa dan shalat maghrib.

Penembakan meriam dilakukan di tempat yang tinggi, dengan tujuan agar suara meriam bergema dengan jelas. Oleh Arab Saudi, tradisi ini kemudian mereka adopsi, khususnya di Mekkah dan Madinah sepanjang tahun 1920-an.

Setelah itu, tradisi inipun akhirnya sampai di Bahrain, dan hingga saat ini, tradisi ini masih dijalankan di Bahrain. Walaupun zaman sudah semakin maju, orang Bahrain selalu senang untuk menjaga dan menjalankan tradisi ini.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bahrain News Agency

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU