INDOZONE.ID - Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia, akan segera tiba dalam beberapa hari ke depan.
Di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terdapat tradisi unik yang menambah kemeriahan bulan suci ini, yaitu Tradisi Damar Malam.
Tradisi ini tidak hanya menjadi momen untuk beribadah, tetapi juga mempererat hubungan antar warga di daerah tersebut.
Tradisi Damar Malam adalah perayaan yang dilakukan oleh masyarakat Fakfak pada malam-malam ganjil di akhir bulan Ramadan.
Dalam tradisi ini, masyarakat menyalakan lampu-lampu pelita. Cahaya dari pelita menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Tradisi ini dilakukan sebagai simbol petunjuk hidayah Islam yang diajarkan oleh Sunan Giri, serta menjadi simbol penghormatan, harapan, dan syukur atas datangnya bulan suci.
Seluruh masyarakat Fakfak, dari anak-anak hingga orang dewasa, terlibat dalam tradisi ini.
Baca Juga: Grebeg Onje Mrebet, Purbalingga: Sambut Ramadhan dengan Tradisi Syukur dan Kebersamaan
Keluarga-keluarga berkumpul untuk merayakan malam-malam ganjil dengan menyalakan pelita.
Selain itu, tokoh masyarakat dan pemuka agama juga berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan tradisi ini, sehingga generasi muda dapat mengenalnya.
Tradisi Damar Malam biasanya dilaksanakan di halaman rumah, masjid, atau tempat-tempat umum lainnya di Kabupaten Fakfak.
Setiap sudut desa akan dipenuhi dengan cahaya dari damar yang menyala, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kehangatan.
Tradisi ini dilaksanakan pada malam-malam ganjil selama bulan Ramadhan, khususnya pada malam ganjil di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.
Masyarakat menantikan momen ini sebagai waktu untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan.
Setiap malam ganjil menjadi kesempatan untuk merayakan dan memperkuat ikatan antar keluarga dan warga masyarakat.
Tradisi Damar Malam memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Fakfak. Selain sebagai bentuk syukur atas datangnya bulan Ramadan, tradisi ini juga memperkuat tali silaturahmi antar warga.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Pesantren Kilat di Indonesia, Meraup Berkah di Bulan Suci Ramadhan
Momen ini menjadi kesempatan untuk berbagi cerita, makanan, dan pengalaman spiritual selama bulan puasa. Dengan melestarikan tradisi ini, masyarakat Fakfak menjaga identitas budaya mereka.
Pelaksanaan tradisi ini dimulai dengan menyiapkan pelita yang akan dinyalakan. Masyarakat biasanya membuat lingkaran di sekitar tempat yang telah disiapkan, lalu menyalakan pelita atau api secara bersamaan.
Selama acara, mereka juga mengadakan doa bersama dan menikmati hidangan khas Ramadan. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan ini menjadi ciri khas dari Tradisi Damar Malam.
Tradisi Damar Malam di Kabupaten Fakfak adalah contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat memperkaya pengalaman spiritual selama bulan Ramadhan.
Dengan melibatkan seluruh masyarakat, tradisi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat ikatan antar sesama.
Melalui Tradisi Damar Malam, masyarakat Fakfak menunjukkan bahwa bulan suci Ramadan adalah waktu untuk bersyukur, berbagi, dan merayakan kebersamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/@RandyKakuhese