Jumat, 17 JANUARI 2025 • 20:32 WIB

10 Fakta dan Mitos Seputar Imlek: Yuk Pahami Tradisi dengan Bijak!

Author

Ilustrasi perayaan tahun baru Imlek. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tahun Baru Imlek merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa. 

Selain perayaan yang meriah, tradisi ini juga dipenuhi berbagai mitos yang turun-temurun dipercaya. 

Namun, penting untuk memahami mana yang merupakan tradisi bermakna dan mana yang hanya mitos belaka. 

Baca Juga: Imlek Identik dengan Hujan: Mitos atau Fakta?

Berikut adalah beberapa fakta dan mitos seputar perayaan Imlek yang perlu diketahui.

10 Fakta dan Mitos Imlek yang Kamu Harus Tahu!

Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah.

1. Tidak Boleh Menyapu di Hari Imlek

Mitos: Saat Imlek tiba, menyapu rumah dianggap membawa sial karena dipercaya akan "membuang" rezeki.  

Fakta: Tradisi membersihkan rumah dilakukan sebelum Imlek sebagai simbol menyambut tahun baru dengan suasana bersih. 

Namun, pada hari Imlek, aktivitas seperti menyapu sering dihindari untuk menjaga suasana damai dan melambangkan kesiapan menerima rezeki.  

2. Pecahnya Piring atau Gelas Membawa Sial

Mitos: Jika gelas atau piring pecah saat Imlek, itu dianggap sebagai pertanda buruk.  

Fakta: Ini lebih merupakan pengingat agar berhati-hati selama perayaan. 

Jika ada barang pecah, tradisi menyarankan untuk membungkus pecahannya dan membuangnya dengan tenang sebagai simbol menghindari konflik atau masalah di tahun baru.  

3. Tidak Boleh Bertengkar pada Hari Imlek

Mitos: Bertengkar atau ribut-ribut pada hari Imlek akan membawa energi buruk sepanjang tahun.  

Fakta: Larangan ini lebih kepada menjaga suasana bahagia saat perayaan. 

Imlek adalah momen kebersamaan dan perdamaian, sehingga dianjurkan untuk menyelesaikan konflik sebelum perayaan dimulai.  

4. Larangan Potong Rambut dan Kuku

Mitos: Memotong rambut atau kuku sebelum Imlek dianggap akan "memotong" rezeki di tahun baru.  

Fakta: Tradisi Imlek ini melambangkan kesiapan menyambut tahun baru dengan tubuh yang bersih dan rapi. 

Potong rambut atau kuku sebaiknya dilakukan sebelum Imlek agar tidak perlu repot saat hari perayaan.  

5. Tidak Boleh Menangis atau Sakit

Mitos: Menangis atau sakit saat Imlek dipercaya membawa kesedihan dan penyakit sepanjang tahun.  

Fakta: Imlek adalah momen bahagia, sehingga dianjurkan untuk menciptakan suasana ceria.

Namun, menangis atau sakit adalah hal manusiawi yang tidak bisa dihindari. 

Hal yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan emosi agar tetap stabil selama perayaan.  

Baca Juga: Melacak Jejak Sejarah Barongsai: Simbolisme dan Makna dalam Perayaan Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek. (Newsweek)

6. Harus Pakai Baju Baru dan Merah

Mitos: Mengenakan baju baru, terutama berwarna merah, akan mengusir nasib buruk dan mendatangkan keberuntungan.  

Fakta: Warna merah memang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan dalam budaya Tionghoa. 

Dilansir dari YouTube @Tao Thay Shang Men Official, mengenakan baju baru atau berwarna cerah lebih kepada simbol pembaruan dan semangat menyongsong tahun baru. 

Pilihan pakaian sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan dan kondisi masing-masing.  

7. Menyalakan Petasan untuk Mengusir Kesialan

Mitos: Petasan dipercaya dapat mengusir roh jahat dan kesialan.  

Fakta: Tradisi menyalakan petasan berasal dari cerita rakyat tentang makhluk mitos yang takut pada suara keras. 

Kini, petasan lebih berfungsi sebagai simbol kegembiraan dan perayaan.  

8. Larangan Mengunjungi Rumah Duka

Mitos: Selama Imlek, mengunjungi rumah duka dianggap membawa kesialan.  

Fakta: Hal lebih kepada menjaga suasana hati yang bahagia selama perayaan. 

Namun, keputusan untuk mengunjungi rumah duka sebaiknya disesuaikan dengan hubungan dan situasi.  

9. Harus Makan Makanan Mewah

Mitos: Makanan yang mewah atau berlebihan dianggap membawa keberuntungan lebih besar.  

Fakta: Tradisi makan bersama keluarga adalah inti dari perayaan Imlek

Hal yang terpenting adalah kebersamaan, bukan kemewahan. 

Hindari pemborosan untuk mencegah dampak negatif setelah perayaan.  

10. Harus Menyalakan Lampu Sepanjang Hari

Mitos: Menyalakan lampu terus-menerus saat Imlek dipercaya membawa "terang" sepanjang tahun.  

Fakta: Lampu menyala adalah simbol penerangan dan harapan. 

Namun, yang lebih penting adalah makna simbolik dari tindakan ini, bukan keharusan fisiknya.  

Baca Juga: Sejarah dan Makna Cap Go Meh: Merayakan Akhir Perayaan Imlek dengan Kemeriahan

Ilustrasi perayaan tahun baru Imlek. (Freepik)

Imlek adalah momen penuh kebahagiaan dan harapan. 

Tradisi imlek yang dijalankan memiliki makna mendalam, tetapi tidak semua mitos harus dipercayai secara harfiah. 

Penting untuk memahami nilai positif di balik tradisi ini dan menghindari tindakan yang berlebihan atau tidak relevan dengan kondisi saat ini.  

Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2025

Semoga Imlek 2025 ini membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan kesuksesan bagi kita semua!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU