INDOZONE.ID - Di antara ribuan mitologi dan dan ramalan kuno di dunia, ada salah satu kisah dari suku asli Amerika yang jarang terdengar namun menyimpan banyak narasi yang begitu detail.
Blue Star Kachina atau Saquasohuh, kisah ini berputar pada sosok wujud roh "Bintang Biru" yang dipercaya menjadi tanda dimulainya akhir dunia dan sekaligus lahirnya dunia baru.
Kosmologi 9 Alam Semesta Suku Hopi dan Kemunculan "Bintang Biru" Sebagai Tanda ke-9
Menurut kepercayaan Hopi, alam semesta terdiri dari sembilan dunia yang diciptakan oleh keponakan sang pencipta bernama Sotuknang.
Baca juga: Kisah Suku Naulu di Pelosok Maluku, Warisan Leluhur Asingkan Wanita Baru Dilahirkan
Manusia diyakini telah melalui empat dunia berbeda, dan tiga dunia pertama, Tokpela, Tokpa, dan Kuskurza telah hancur akibat keserakahan dan kejahatan manusia.
Saat ini, umat manusia dipercaya tengah hidup di Dunia Keempat, yang menurut ramalan tersebut juga akan segera berakhir.
Inti dari ramalan ini adalah kemunculan sosok Kachina, roh penjaga dalam kepercayaan Hopi, berwujud bintang biru di langit.
Kemunculan ini dipercaya sebagai tanda kesembilan dan terakhir sebelum apa yang disebut "Hari Pemurnian" (Day of Purification), yakni masa transisi penuh gejolak menuju kelahiran Dunia Kelima.
Konon, Kachina Bintang Biru akan menari di hadapan publik sambil melepas topengnya sebagai simbol terbukanya kebenaran bagi umat manusia, menandai berakhirnya seluruh ritual sakral suku Hopi.
Yang membuat kisah ini semakin dramatis adalah kehadiran "saudara kembar" dari Kachina Bintang Biru, yakni Kachina Bintang Merah, yang dipercaya akan datang membawa proses pemurnian yang lebih menghancurkan sebelum akhirnya dunia baru benar-benar terbentuk.
Kenapa Kisah Ini Layak Diketahui?
Ramalan ini menyimpan misteri tersendiri di balik keasliannya. Sejumlah peneliti, termasuk penulis Jason Colavito, menemukan bahwa referensi tertulis tentang sembilan tanda Kachina Bintang Biru baru muncul pada akhir abad ke-20, jauh lebih baru dibanding klaim bahwa ramalan ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Catatan tertua yang berhasil ditemukan berasal dari seorang pendeta bernama David Young pada 1958, yang menulis berdasarkan ingatannya atas percakapan dengan seorang penduduk asli Hopi.
Fakta ini membuat sejumlah tetua adat Hopi justru mengecam penyebaran ramalan tersebut sebagai versi yang telah banyak diubah dan dicampuri unsur asing, terutama pengaruh eskatologi Kristen.
Meski begitu, kisah ini tetap menyebar luas dan menjadi bagian dari gerakan spiritual global sejak peristiwa "Harmonic Convergence" pada 1987, meski tanpa kehadiran perwakilan resmi suku Hopi di dalamnya.
Terlepas dari perdebatan soal keasliannya, ramalan Blue Star Kachina menawarkan perspektif unik tentang bagaimana sebuah mitologi bisa berkembang, bertransformasi, dan bahkan bercampur dengan budaya lain seiring waktu.
Baca juga: Penyebab Punahnya Suku Aztec Akhirnya Terungkap Setelah Ratusan Tahun
Kisah ini juga menjadi pengingat penting untuk selalu memverifikasi asal-usul sebuah "ramalan kuno" sebelum mempercayainya secara utuh, terutama di era digital saat narasi semacam ini mudah menyebar tanpa konteks yang jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium, Kachina House