Sabtu, 14 MARET 2026 • 18:00 WIB

Legenda Ular Putih: Kisah Cinta Terlarang dalam Mitologi Tiongkok

Author

Ilustrasi Legenda Ular Putih (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Legenda ular putih merupakan salah satu cerita rakyat terkenal dari Tiongkok yang mengisahkan cinta terlarang antara roh dan manusia. 

Kisah ini berpusat pada tokoh Bai Suzhen, roh ular putih yang berubah menjadi wanita, dan seorang pria manusia bernama Xu Xian. Cerita tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dalam budaya Tiongkok.

Baca juga: Telisik Mitologi "Naga" dalam.Budaya China, Simbol Kejayaan Dinasti Han

Termasuk Empat Dongeng Besar Tiongkok

Legenda ular putih dikenal sebagai salah satu dari empat dongeng besar Tiongkok. Kisah ini telah lama populer karena mengangkat tema cinta yang melampaui batas antara dunia manusia dan makhluk gaib.

Dalam cerita ini, Bai Suzhen adalah roh ular yang telah berlatih spiritual selama ratusan tahun hingga mampu berubah menjadi manusia.

Saat menjalani kehidupan sebagai manusia, ia bertemu Xu Xian dan keduanya jatuh cinta. Mereka kemudian menikah dan hidup bersama. Padahal, hubungan mereka sebenarnya melanggar tatanan alam menurut kepercayaan tradisional.

Asal-Usul Cerita Legenda Ular Putih

Cerita Legenda ular putih diyakini mulai muncul sejak masa Dinasti Tang sekitar abad ke-7 hingga ke-10. Pada versi awal, roh ular sering digambarkan sebagai makhluk berbahaya yang menggoda manusia.

Baca juga: Guqin, Instrumen Klasik China yang Menggambarkan Keanggunan Abadi Tiongkok Kuno

Seiring waktu, cerita ini berkembang pada masa Dinasti Song dan semakin populer pada era Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Dalam perkembangan tersebut, karakter Bai Suzhen mulai digambarkan lebih simpatik, bukan lagi sebagai tokoh jahat, tetapi sebagai sosok yang penuh cinta dan pengorbanan.

Latar cerita kemudian banyak dikaitkan dengan Danau Barat di Hangzhou, tempat penting dalam alur legenda ini.

Awal Pertemuan Bai Suzhen dan Xu Xian

Kisah cinta mereka dimulai ketika Bai Suzhen mengunjungi Danau Barat saat Festival Qingming. Di sana, ia bertemu Xu Xian yang menawarkan payung ketika hujan turun. Pertemuan sederhana tersebut menjadi awal hubungan mereka.

Beberapa versi cerita bahkan menyebutkan bahwa pertemuan itu berkaitan dengan kehidupan masa lalu, ketika Xu Xian pernah menyelamatkan seekor ular kecil yang ternyata adalah Bai Suzhen.

Setelah hubungan mereka semakin dekat, keduanya menikah dan membuka toko obat. Dengan pengetahuan tentang tanaman obat dan penyembuhan, Bai Suzhen membantu banyak orang yang sakit sehingga usaha mereka dikenal luas.

Baca juga: Bagaimana Budaya China Membentuk Jepang pada Periode Heian

Konflik dengan Biksu Fahai

Kehidupan pasangan ini berubah ketika seorang biksu bernama Fahai mengetahui bahwa Bai Suzhen sebenarnya adalah roh ular. Ia menganggap hubungan antara manusia dan makhluk gaib tidak boleh terjadi.

Pada Festival Perahu Naga, Fahai mencoba membuktikan identitas Bai Suzhen dengan membuatnya meminum anggur realgar. Minuman tersebut memaksanya kembali ke wujud ular, membuat Xu Xian terkejut hingga pingsan.

Sejak saat itu, konflik besar terjadi antara Fahai dan Bai Suzhen yang akhirnya berujung pada pemenjaraan Bai Suzhen di Pagoda Leifeng.

Baca juga: Kisah Faust dan Mephistopheles: Perjanjian Terlarang dengan Iblis yang Jadi Legenda Abadi

Akhir Kisah Legenda Ular Putih

Dalam berbagai versi cerita, Bai Suzhen akhirnya dibebaskan setelah bertahun-tahun dipenjara. Putranya yang telah dewasa berperan penting dalam memperjuangkan kebebasannya.

Legenda ini kemudian berakhir dengan pertemuan kembali keluarga mereka dan menjadi simbol kemenangan cinta, kesetiaan, serta pengorbanan yang melampaui batas dunia manusia dan makhluk gaib. Hingga kini, legenda ular putih tetap dikenal sebagai kisah cinta klasik dalam mitologi Tiongkok.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Storytellingdb

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU