Ilustrasi Kisah Faust dan Perjanjian dengan Iblis. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Cerita tentang manusia yang membuat perjanjian dengan iblis seolah nggak pernah lekang dimakan zaman.
Dari kisah kuno sampai film modern, tema ini selalu menarik karena menyentuh sisi paling rapuh dari manusia yaitu ambisi, rasa tidak puas, dan keinginan serba instan.
Salah satu kisah mistis paling legendaris soal perjanjian terlarang ini adalah kisah Faust dan Mephistopheles.
Legenda Faust bukan cuma dongeng horor biasa. Cerita ini lahir ratusan tahun lalu, tapi pesannya masih relevan sampai sekarang.
Tentang seseorang yang merasa pintar, merasa kurang, lalu nekat menukar jiwanya demi kepuasan duniawi.
Lewat pembahasan dari YouTube @Aurel Val, kisah Faust kembali diangkat dengan sudut pandang sejarah, budaya, sekaligus pesan moral yang cukup dalam.
Baca juga: Kisah Mistis Warung Iblis di Tengah Gunung: Tempat yang Muncul Hanya untuk Pendaki Tersesat
Kisah Faust pertama kali muncul dalam bentuk cetakan pada tahun 1587 lewat sebuah chapbook berjudul Historia & Tale of Doctor Johannes Faustus.
Dari sinilah cerita Faust menyebar luas di Eropa dan kemudian diadaptasi ke berbagai versi sastra, teater, hingga karya modern.
Legenda ini diyakini terinspirasi dari sosok nyata bernama Johann atau Johannes Faustus, seorang tokoh kontroversial di Jerman abad ke-16.
Ia dikenal sebagai dokter, alkemis, astrolog, sekaligus penipu ulung. Banyak orang zaman itu menuduh Faust bersekutu dengan iblis, hingga namanya berkembang menjadi legenda gelap yang bertahan ratusan tahun.
Dalam versi legenda, Johannes Faustus digambarkan sebagai sosok yang sangat pintar.
Ia adalah seorang doktor teologi, paham agama, filsafat, dan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Tapi justru di situlah masalahnya. Faust merasa ilmu yang ia kuasai masih belum cukup.
Rasa haus akan pengetahuan membuatnya gelisah. Ia mulai mempelajari astrologi, alkimia, hingga ilmu hitam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube