Suku Mangbetu di Republik Demokratik Kongo (Foto: theafricanhistory.com)
INDOZONE.ID - Di antara keragaman budaya Afrika, Suku Mangbetu di Republik Demokratik Kongo menarik perhatian karena tradisi unik mereka yaitu memanjangkan kepala atau kepala lonjong.
Tradisi ini, yang dikenal sebagai Lipombo, bukan hanya praktik estetika, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam bagi Suku Mangbetu.
Tradisi Lipombo telah dipraktikkan oleh Suku Mangbetu selama berabad-abad. Asal-usulnya tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa teori mengaitkannya dengan migrasi dan pengaruh dari suku-suku lain di Afrika.
Bagi Suku Mangbetu, kepala lonjong melambangkan kecantikan, status sosial, dan kekuatan. Semakin panjang kepala seseorang, semakin tinggi status dan kecantikannya. Tradisi ini diyakini mencerminkan kecerdasan, kebijaksanaan, dan spiritualitas.
Baca Juga: Malangbong, Kampung Terpencil di Pedalaman Hutan Bojonegoro yang Dihuni 90 Persen Perempuan
Suku Mangbetu di Republik Demokratik Kongo (Foto: theafricanhistory.com)
Proses Lipombo dimulai pada masa bayi. Sebuah tali khusus, terbuat dari kulit binatang atau serat tumbuhan, diikatkan di sekitar kepala bayi. Tali ini dikencangkan secara bertahap selama beberapa bulan, menekan tulang tengkorak dan mendorongnya memanjang ke atas.
Proses ini, meskipun tidak fatal, dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Namun, bagi Suku Mangbetu, rasa sakit ini merupakan harga yang pantas untuk mencapai kecantikan dan status sosial yang tinggi.
Baca Juga: Mengulik Asal Usul Ras Mongoloid, Apakah Indonesia Termasuk?
Tradisi Lipombo mulai memudar pada abad ke-20 karena pengaruh kolonialisme dan modernisasi. Banyak orang Mangbetu yang meninggalkan tradisi ini karena dianggap berbahaya dan tidak sesuai dengan nilai-nilai modern.
Meskipun demikian, masih ada beberapa komunitas Suku Mangbetu yang tetap melestarikan tradisi Lipombo. Bagi mereka, tradisi ini merupakan bagian penting dari identitas dan budaya mereka.
Tradisi Lipombo Suku Mangbetu merupakan contoh bagaimana budaya dan tradisi dapat membentuk standar kecantikan. Bagi Suku Mangbetu, kepala lonjong bukan hanya bentuk fisik, tetapi juga simbol identitas, status sosial, dan nilai-nilai spiritual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/ @bagikertas