Ilustrasi Nyepi. (The Sixtyguides.com)
INDOZONE.ID - Ternyata ada empat pantangan utama buat mereka yang menjalani Hari Raya Nyepi. Hal ini biasanya disebut dengan Catur Brata saat Nyepi.
Pantangan ini ditujukan untuk mereka yang beragama Hindu.
Empat pengendalian diri atau empat pantangan yang dijalankan untuk mencapai keseimbangan batin dan spiritual. Istilah ini paling dikenal dalam praktik Catur Brata Penyepian saat perayaan Hari Raya Nyepi, terutama di Bali.
Kata “catur” berarti empat, sedangkan “brata” berarti laku atau pengendalian diri. Dengan menjalankan Catur Brata, umat Hindu diajak menahan diri dari berbagai aktivitas duniawi agar bisa melakukan introspeksi, menenangkan pikiran, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.
Baca juga: Mengungkap Sejarah dan Makna Hari Raya Nyepi
Catur Brata Penyepian adalah empat pantangan atau aturan yang dijalankan umat Hindu saat Hari Raya Nyepi. Aturan ini bertujuan untuk melakukan introspeksi diri, menenangkan pikiran, serta menciptakan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Selama Nyepi, umat Hindu menghentikan aktivitas sehari-hari dan menjalani hari dalam suasana hening. Dengan begitu, Nyepi menjadi momen untuk membersihkan diri secara spiritual dan memperbaiki perilaku di masa depan.
Catur Brata Penyepian terdiri dari empat pantangan utama yang harus dipatuhi selama 24 jam saat Nyepi, yaitu:
Keempat larangan ini dijalankan agar umat dapat lebih fokus pada perenungan diri dan kedamaian batin.
Setiap bagian dari Catur Brata Penyepian memiliki makna spiritual yang mendalam.
Baca juga: Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Perayaan Hari Raya Nyepi
Amati Geni berarti menahan diri dari menyalakan api atau cahaya. Secara simbolis, ini mengajarkan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi.
Amati karya berarti tidak melakukan pekerjaan atau aktivitas. Maknanya adalah memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat serta melakukan refleksi diri.
Amati lelungan berarti tidak bepergian. Hal ini bertujuan agar manusia fokus pada diri sendiri dan tidak terdistraksi oleh aktivitas di luar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan