Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 09:10 WIB

Asal-usul Dewi Sri, Sang Dewi Kesuburan dalam Kepercayaan Masyarakat Beberapa Daerah

Asal-usul Dewi Sri, Sang Dewi Kesuburan dalam Kepercayaan Masyarakat Beberapa DaerahRelief Dewi Sri di Candi Simbatan (youtube.com @khiarkiranachanel1523) 

INDOZONE.ID - Siapa sih yang tidak tahu Dewi Sri? Sosok Dewi Padi ini selalu dipuja masyarakat Sunda, Jawa, Bali dan sebagian masyarakat Indonesia lainnya.

Ia ialah dewi kesuburan yang dipercaya mendatangkan rezeki melimpah pada hasil panen para petani. Kata Sri sendiri dirujuk dari bahasa Sansekrta śrī yang memiliki arti kesuburan (prosperity), kekayaan (welfare), keberuntungan (good fortune), kesehatan (wealth), keindahan (beauty), dan personifikasi (personification) (Liebert, 1976).

Sosok ‘’Dewi Sri’’ sendiri ditunjukkan melalui beberapa arca di Indonesia, seperti arca Dewi Sri dari Candi Barong, Yogyakarta, arca batu maupun perunggu koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dan arca perunggu koleksi milik Museum Nasional. 

Arca Dewi Sri dari Candi Barong sendiri memiliki jumlah dua buah dan terbuat dari batu (Pramastuti, 2005). Kedua patung memiliki ciri khas tangan kanan belakang menggenggam kamandalu (kendi) dan tangan kiri belakang menggengam setangkai padi.

Baca juga: Mengenal Ritual Qingming: Perayaan Musim Semi yang Menghubungkan Kehidupan dan Kematian

Ada banyak versi kisah mitos terkait Dewi Sri, salah satu yang terkenal pada kalangan masyarakat suku Jawa adalah kisah Sri Sedana. 

Dalam kisah ini, Dewi Sri merupakan pasangan dari Batara Wisnu yang memiliki kewajiban mengajari manusia cara bertani. 

Sang dewi menitis turun ke bumi menjadi putri raja Medang Kamulan. Ia diberi nama Sri dan memiliki saudara laki-laki dengan nama Sedana. 

Sayangnya, Sedana diusir dari istana dan dikutuk menjadi ular disebabkan menolak untuk menikah. Sri yang menyayangi saudaranya sangat sedih kemudian pergi dari istana untuk mencari saudaranya. 

Baca juga: Ajian Lampah Lumpuh Brama Kumbara, Ilmu Mistis 10 Tingkat yang Bikin Lawan Tak Berkutik

Di dalam perjalanan, Sri dihampiri oleh raksasa yang bernama Kala Srenggi (Kala Gumarang) yang kemudian dikutuk oleh Sri menjadi seekor babi hutan.

Namun Kala Srenggi yang dikutuk menjadi babi terus memburu Sri, sehingga Sri memohon bantuan kepada Batara Guru. Batara Guru mengakhiri kehidupan Sri, dan jasadnya terkubur di dalam tanah, yang kemudian tumbuhlah tanaman padi. 

Kala Srenggi sadar bahwa padi tersebut ialah tubuh Sri, sehingga ia selalu berusaha merusaknya. Sadana, dalam wujud ular, senantiasa melindungi padi dengan cara membunuh babi hutan (Santiko, 1977).

Masyarakat Jawa melakukan berbagai upacara ritual untuk menghormati Dewi Sri dalam pengolahan tanah pertanian. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Artikel Jurnal: Dewi Sri Dalam Kepercayaan Masyarakat Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Asal-usul Dewi Sri, Sang Dewi Kesuburan dalam Kepercayaan Masyarakat Beberapa Daerah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!