INDOZONE.ID - Pada awal abad ke-19, Belanda sedang terancam oleh ekspansi Inggris di Asia Tenggara.
Daendels, yang ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal oleh Napoleon Bonaparte (karena Belanda saat itu berada di bawah kekuasaan Prancis), mendapat tugas utama untuk memperkuat pertahanan Hindia Belanda, khususnya di Pulau Jawa.
Salah satu langkah strategisnya adalah membangun jalur transportasi cepat untuk menghubungkan pusat-pusat pemerintahan dan pertahanan militer di Jawa.
Jalan Raya Pos atau yang lebih dikenal dengan nama Grote Postweg adalah salah satu proyek ambisius Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels saat ia memerintah Hindia Belanda pada 1808-1811.
Baca Juga: Rel Bersejarah di Ranah Minang, Kisah Awal Transportasi Modern di Sumatera Barat
Jalan ini membentang sepanjang 1.000 km dari Anyer hingga Panarukan, dibangun dalam waktu singkat dengan sistem kerja paksa atau rodi.
Ribuan rakyat pribumi tewas dalam proses pembangunannya, menciptakan jejak kelam yang hingga kini menyisakan banyak cerita mistis.
Kutukan Pekerja Rodi
Sejarah mencatat bahwa ribuan pekerja meninggal akibat kelelahan, kelaparan, atau penyakit selama pembangunan Grote Postweg. Banyak masyarakat percaya bahwa arwah mereka tidak tenang dan masih bergentayangan di sepanjang jalur ini.
Beberapa pengendara yang melewati bekas jalur Grote Postweg di malam hari mengaku melihat bayangan bergerak di pinggir jalan atau mendengar suara rintihan tanpa asal-usul yang jelas.
Mitos ini semakin diperkuat oleh banyaknya kecelakaan yang terjadi di ruas-ruas tertentu, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang mengganggu perjalanan.
Baca Juga: Rihlah, Perjalanan Mencari ilmu yang Mengubah Kehidupan Migrasi Masyarakat Jawa
Perjanjian Gaib Daendels
Dalam beberapa kisah rakyat, disebutkan bahwa Daendels melakukan perjanjian gaib agar jalan raya ini bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Konon, dia meminta bantuan makhluk halus dan sebagai imbalannya, nyawa manusia harus dikorbankan.
Itulah sebabnya, menurut legenda, banyak pekerja rodi yang meninggal tidak hanya karena kelelahan, tetapi juga karena “diambil” oleh kekuatan tak kasat mata.
Hingga kini, masih ada orang yang percaya bahwa jalur ini memiliki energi mistis yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.
Jalan yang Tak Pernah Tidur
Bagi para sopir truk yang sering melintasi jalur ini, terutama di malam hari, banyak dari mereka melaporkan kejadian aneh. Ada yang merasa kendaraannya mendadak berat seolah ada sesuatu yang menumpang, ada pula yang melihat sosok-sosok misterius berdiri di tepi jalan.
Beberapa titik di bekas Grote Postweg bahkan terkenal sebagai lokasi angker yang sering terjadi kecelakaan, seperti daerah sekitar Cadas Pangeran di Sumedang, yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya arwah para pekerja rodi yang tewas.
Sosok Nonik Belanda di Bekas Pos Jaga
Di beberapa bekas pos penjagaan atau kantor pos tua di sepanjang Grote Postweg, masyarakat setempat sering mengaku melihat penampakan seorang nonik Belanda yang tampak seperti sedang mencari seseorang.
Menurut cerita yang beredar, ia adalah gadis Belanda yang menunggu kekasihnya, seorang serdadu Belanda, yang tewas dalam perjalanan di sepanjang jalan ini. Arwahnya dipercaya masih berkeliaran, mencari cinta yang tidak pernah kembali.
Jalur Gaib di Malam Tertentu
Mitos lainnya menyebutkan bahwa pada malam-malam tertentu, seperti Malam Jumat Kliwon, beberapa ruas jalan bekas Grote Postweg bisa “terhubung” dengan dimensi lain.
Beberapa pengendara melaporkan kejadian aneh, seperti merasa jalan tiba-tiba menjadi lebih panjang dari biasanya atau merasakan sensasi berada di tempat yang berbeda padahal rute yang mereka tempuh sama.
Ada juga yang mengalami “hilang waktu”, di mana mereka merasa perjalanan yang seharusnya singkat malah terasa lebih lama.
Mitos vs Sejarah: Antara Fakta dan Legenda
Terlepas dari semua kisah mistis yang menyelimuti Grote Postweg, tidak dapat disangkal bahwa jalan ini memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia.
Selain menjadi jalur utama transportasi di Pulau Jawa, peninggalan Daendels ini juga menyimpan kisah kelam kolonialisme dan penderitaan rakyat pribumi.
Mitos dan legenda yang berkembang mungkin hanyalah cara masyarakat untuk mengenang peristiwa tragis yang terjadi di masa lalu.
Namun, bagi mereka yang percaya, jejak penderitaan dan pengorbanan masih terasa di sepanjang bekas jalan ini.
Jika suatu hari Anda melewati ruas-ruas jalan yang dulunya merupakan bagian dari Grote Postweg, cobalah perhatikan sekeliling—siapa tahu Anda merasakan sesuatu yang tak kasat mata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube