INDOZONE.ID - Situs bawah tanah di Mesir selalu menyimpan misteri, tetapi kompleks di Zawyet El Aryan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.
Terletak tidak jauh dari Piramida Giza, lokasi ini dijuluki sebagai “Area 51-nya Mesir” karena aksesnya yang tertutup rapat sejak puluhan tahun lalu.
Struktur Bawah Tanah yang Misterius
Melansir laman Ancient Origins, Kamis (30/04/2026), situs ini memiliki lubang besar berbentuk T yang dipahat hingga sekitar 30 meter ke dalam batu kapur.
Dindingnya halus, sementara lantainya dilapisi blok granit raksasa dengan ukuran dan berat yang luar biasa.
Penggalian awal dilakukan oleh arkeolog Italia Alessandro Barsanti pada awal 1900-an.
Baca juga: Mengenal Hatshepsut, Firaun Perempuan yang Terlupakan dari Peradaban Mesir Kuno
Ia mendokumentasikan struktur tersebut melalui foto-foto detail yang hingga kini menjadi satu-satunya referensi utama.
Menariknya, kompleks ini tidak pernah selesai dibangun. Tidak ada bangunan di permukaan, hanya struktur bawah tanah yang tampak seperti proyek besar yang terhenti di tengah jalan.
Bejana Tertutup dan Zat Tak Dikenal
Di dalam salah satu ruang, Barsanti menemukan sebuah bejana oval besar yang tertutup rapat dengan granit.
Berdasarkan laporan, bejana tersebut pernah berisi zat misterius yang kini telah hilang.
Ukurannya cukup besar dan tampak dibuat dengan presisi tinggi, menandakan bahwa isi di dalamnya kemungkinan memiliki peran penting.
Akan tetapi, hingga kini tidak ada kepastian mengenai fungsi sebenarnya.
Petunjuk dari Grafiti Kuno
Baca juga: Makna dan Mitos Mata Horus: Simbol Perlindungan dari Mesir Kuno
Di dinding ruangan ditemukan tulisan kuno dengan tinta merah dan hitam.
Salah satu tulisan berbunyi “Seba-[tidak diketahui]-Ka” yang dikaitkan dengan makna “bintang” dan “kekuatan hidup”.
Sebagian peneliti menafsirkan ini sebagai simbol perjalanan spiritual atau kosmik.
Namun, menurut pandangan arkeolog arus utama, tulisan tersebut kemungkinan hanya merujuk pada nama tokoh atau pembangun di masa itu.
Ditutup Militer Sejak 1960-an
Berdasarkan laman yang sama, sejak tahun 1960-an wilayah ini berada di bawah kendali militer Mesir. Sejak saat itu, tidak ada penelitian modern maupun kunjungan publik yang diizinkan.
Akibatnya, data tentang situs ini sangat terbatas dan hanya bergantung pada dokumentasi lama. Bahkan, sebagian area di atasnya kini digunakan untuk fasilitas militer.
Dugaan Fungsi: Piramida yang Tak Selesai?
Banyak ahli menduga bahwa kompleks ini adalah bagian dari proyek piramida dari Dinasti ke-3 atau ke-4.
Temuan prasasti yang menyebut nama Djedefre memperkuat dugaan tersebut. Ia adalah putra dari Khufu.
Akan tetapi, karena masa pemerintahannya singkat, proyek ini diduga tidak sempat diselesaikan.
Kemiripan dengan Situs Misterius Lain
Struktur granit besar di Zawyet El Aryan juga memiliki kemiripan dengan situs lain seperti Serapeum di Saqqara yang menyimpan peti granit raksasa.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang fungsi sebenarnya dari instalasi tersebut.
Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga kini, fungsi pasti dari labirin bawah tanah ini masih menjadi perdebatan. Apakah ini proyek piramida, ruang ritual, atau sesuatu yang lain? Jawabannya, belum dapat dipastikan.
Baca juga: Sihir Heka: Mengapa Bangsa Mesir Kuno Menganggap Kata-kata Adalah Senjata Mematikan?
Karena akses yang tertutup, para peneliti belum bisa melakukan investigasi modern.
Berdasarkan laman Ancient Origins, kondisi ini membuat situs tersebut tetap menjadi salah satu misteri arkeologi paling menarik di Mesir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ancient Origins