Selasa, 17 MARET 2026 • 08:40 WIB

5 Fakta Menarik Candi Sukuh di Lereng Gunung Lawu yang Sarat Misteri

Author

Candi Sukuh. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Jawa Tengah memang selalu memiliki keindahan yang tak pernah ada habisnya untuk dijelajahi. Di antara hamparan hijaunya perbukitan dan megahnya pegunungan, tersimpan beberapa sejarah yang menarik untuk dibahas sekaligus menyimpan banyak misteri. 

Berlokasi di lereng Gunung Lawu, sebuah candi berdiri kokoh dengan arsitektur yang unik, jauh berbeda dari bayangan candi Hindu pada umumnya.

Candi itu bernama Candi Sukuh. Bangunan yang bukan sekadar tumpukan batu kuno biasa, melainkan saksi bisu perjalanan waktu, simbol sebuah peradaban yang berangsur memudar, sekaligus rumah bagi kisah-kisah filosofis yang mungkin belum banyak kamu tahu.

Baca juga: Tahukah Kamu? Candi Borobudur Pernah Hilang dari Perhatian Dunia

Lantas, apa saja kearifan lokal dan fakta menarik tentang Candi Sukuh? Simak ulasannya berikut ini!

1. Memiliki Arsitektur Berbeda dari Candi Hindu Lain, Mirip Punden Berundak

Candi Sukuh menawarkan anomali arsitektur yang menarik dibandingkan struktur Hindu klasik seperti Prambanan. 

Dengan bentuk trapesium bertingkat, candi ini justru merefleksikan kembali gaya punden berundak dari tradisi megalitik asli Nusantara. 

Kesan unik semakin terasa berkat kemiripan bentuknya dengan struktur piramida di Amerika Tengah dan Peru, seperti peninggalan suku Maya dan Inca. 

Sebagai salah satu candi paling unik di Indonesia, Candi Sukuh menjadi representasi nyata dari kebangkitan kembali elemen lokal di atas dominasi gaya arsitektur Hindu-India.

2. Relief Vulgar yang Punya Makna Mendalam

Keunikan Candi Sukuh yang paling menonjol sekaligus sering memicu diskusi adalah visualisasi tema seksualitas yang sangat eksplisit pada relief dan arcanya. 

Di lantai gapura, pengunjung akan menjumpai pahatan lingga dan yoni yang saling berhadapan, serta arca-arca dengan anatomi yang digambarkan secara lugas. 

Meski terlihat provokatif bagi mata modern, karya-karya ini sama sekali tidak bermakna pornografis. Simbolisme lingga dan yoni sejatinya merepresentasikan energi kesuburan, asal-usul kehidupan, dan doa bagi keberlanjutan generasi. 

Secara spiritual, relief tersebut berfungsi sebagai media penyucian diri bagi siapa pun yang melintasinya. 

Selain itu, terdapat pula fragmen kisah Bima Suci yang menyiratkan perjalanan batin manusia menuju kemurnian spiritual.

3. Ditemukan saat Era Inggris, Lalu Terus Diteliti

Keberadaan Candi Sukuh pertama kali dilaporkan pada tahun 1815 oleh Jenderal Johnson, seorang Residen Surakarta. 

Penemuan ini terjadi di bawah perintah Gubernur Letnan Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles, yang kala itu tengah menyusun mahakaryanya, The History of Java. Penemuan ini langsung memicu diskusi sengit di kalangan arkeolog dan masyarakat.

Setelah masa pemerintahan Inggris berakhir, penelitian candi ini dilanjutkan oleh arkeolog Belanda, Van der Vlis, pada tahun 1842. 

Hasil penelitiannya dituangkan dalam tulisan berjudul Prove Eener Beschrijten op Soekoeh en Tjeto. Pelestarian Candi Sukuh merupakan proyek berkelanjutan yang melibatkan berbagai otoritas dari masa ke masa. 

Pemugaran perdana tercatat dilakukan pada 1917 oleh pemerintah Belanda, disusul perbaikan besar oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir 1970-an, dan kini terus disempurnakan melalui serangkaian penelitian oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

4. Menjadi Saksi Akhir Kejayaan Majapahit

Candi Sukuh merupakan peninggalan abad ke-15 yang dibangun di masa akhir Kerajaan Majapahit, tepatnya saat Ratu Suhita berkuasa. 

Sebagai candi yang muncul di masa transisi sebelum keruntuhan Majapahit, situs ini mendapatkan gelar "The Last Temple" atau candi Hindu terakhir. 

Situs bersejarah ini menjadi garis batas antara dua era besar di Jawa, sekaligus mencerminkan adaptasi unik kebudayaan Nusantara dalam merespons perubahan sosial dan keagamaan yang tak terelakkan pada masa itu.

5. Lokasinya Ada di Ketinggian Gunung Lawu yang Sakral

Berdiri tegak di ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut (mdpl), Candi Sukuh terletak di lereng barat Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Lokasinya yang berada di ketinggian ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang bikin memanjakan mata, panorama Kota Solo, hamparan sawah, dan hutan Gunung Lawu, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.

Baca juga: Mengenal Candi Kailasa sang Keajaiban Monolitik dari India

Gunung Lawu sendiri dipercaya sebagai kawasan yang disucikan oleh umat Hindu di Pulau Jawa, dianggap sebagai pecahan dari Gunung Mahameru yang dibawa oleh para dewa dari India. 

Fungsi kawasan ini sebagai tempat pemujaan dan pertapaan masih terjaga hingga sekarang melalui berbagai aktivitas religius umat Hindu. 

Kehadiran pengunjung asal Bali pada hari-hari besar seperti Kuningan dan Galungan kian menegaskan kesucian candi ini. 

Keunikan struktur dan kedalaman filosofinya menjadikan Candi Sukuh sebagai warisan yang tak ternilai harganya bagi bangsa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Traveloka

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU