INDOZONE.ID - Malam itu, Kampung Kalasan terasa berbeda. Angin yang biasanya membawa aroma tanah basah dan daun pisang kini kering, disertai bau kemenyan yang samar tapi menusuk.
Rumah Siti, bangunan sederhana dengan dinding anyaman bambu dan atap retak, dipenuhi warga yang berkumpul untuk tahlilan. Cahaya lampu Petromax yang surut menerangi wajah-wajah duka dan ketakutan.
Kematian Siti, kesurupan Budi, dan rumor pesugihan membuat semua orang waspada. Di sudut ruangan, beberapa warga tampak berusaha menenangkan diri, memegang tasbih sambil mencoba fokus pada doa yang dipimpin Kiai Anwar.
Di sampingnya, Rini, Bima, dan Lila, anak-anak Siti meringkuk dengan wajah penuh kesedihan. Lila, yang baru lima tahun, memegang foto ibunya dengan tangan gemetar.
“Ibu, kapan pulang?” tanyanya pelan, menorehkan kesedihan yang menusuk hati semua orang di ruangan.
Yuk simak kisah mistis tumbal Selasa Kliwon dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Calon Tumbal Toko Kayu dan Teror yang Tidak Jelas
Aroma Kemenyan dan Bayangan Misterius
Bau kemenyan seolah menempel di dinding dan pakaian warga. Saat doa berlangsung, Kiai Anwar sesaat menoleh ke pintu belakang yang sedikit terbuka.
Beberapa warga yang ikut menatap, hampir terkejut melihat bayangan samar sosok wanita dengan rambut terurai berdiri diam. Seketika, bau kemenyan makin kuat hingga beberapa orang batuk tersedak.
Tiba-tiba, lilin di dekat foto Siti berkedip-kedip dan mati, diiringi spiral asap tipis membentuk pola aneh.
Rini menjerit, menunjuk ke arah foto ibunya. Anak-anak Siti menangis, dan warga saling menatap dengan ketakutan.
Kiai Anwar mencoba menenangkan semua orang sambil memercikkan air doa, namun suara desisan aneh bercampur bau tanah kuburan menambah ketegangan.
Jejak Arwah di Rumah dan Kampung
Setelah tahlilan, warga melihat gerobak Siti berdiri sendiri di bawah pohon sawo. Panci pecel terbuka, di sampingnya ada bungkusan kain kecil bernoda merah, mirip benda yang ditemukan sebelumnya.
Suara tangisan pelan bergema, seolah Siti meminta bantuan. Di warung kopi, Budi tampak pucat dengan mata kosong.
Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Uang Koin: Teror di Perempatan Jalan Kaliurang
Ia menceritakan penglihatan mengerikan tentang arwah Siti dan anak-anaknya, lengkap dengan gerobak berdarah yang hanya ia lihat.
Pak Joko, tukang ojek, menambahkan pengalaman menyeramkan yaitu malam sebelum Siti meninggal, ada cahaya aneh dan bau kemenyan di makam tua, disertai tawa yang bukan manusia.
Cerita warga menegaskan satu hal yaitu ada sesuatu yang gelap di Kalasan, dan Siti menjadi korbannya.
Ritual dan Pembersihan Makam Tua
Kiai Anwar menjelaskan bahwa makam tua di pinggir kampung terkait dengan perjanjian lama seseorang dengan makhluk gaib untuk kekayaan.
Tumbal diambil setiap beberapa tahun, dan Siti mungkin salah satunya. Bersama beberapa warga, mereka mendatangi makam tua, dikelilingi pohon beringin dan semak liar. Aroma kemenyan bercampur bau tanah basah menyelimuti udara.
Di tengah makam, mereka menemukan lingkaran ritual dengan kain berdarah dan bunga kamboja, lengkap dengan simbol aneh.
Bayangan gelap tanpa wajah terlihat melayang di antara makam-makam. Kiai Anwar membaca doa keras sambil menuangkan air doa ke lubang ritual.
Suara jeritan dan desisan mengikuti, angin kencang mengguncang dahan, dan bau busuk menyeruak.
Baca juga: 6 Ciri Orang Calon Tumbal Pesugihan Beserta Cara Menangkalnya
Setelah beberapa menit yang terasa seperti abad, bayangan itu memudar. Aroma kemenyan hilang, digantikan oleh bunga melati.
Lampu Petromx kembali menyala, dan suasana terasa lebih ringan. Rini memeluk adik-adiknya sambil menangis haru.
Kiai Anwar menepuk pundak warga yang ikut membantu, mengatakan bahwa keberanian mereka telah membantu Siti menemukan ketenangan.
Tahlilan ke-40 hari pun selesai. Anak-anak Siti pindah ke rumah bibiknya, Budi kembali membuka warungnya sambil membaca doa, dan kampung Kalasan perlahan kembali normal.
Namun, kisah Siti tetap menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan sederhana, selalu ada misteri yang tak terlihat, dan doa adalah perisai terbaik melawan kegelapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube, YouTube