Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 21:10 WIB

'Santet Purnama': Kisah Kelam Dendam di Balik Cahaya Bulan di Pemalang

Author

Ilustrasi Santet Purnama. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Di balik dinginnya malam Pemalang yang diterangi cahaya bulan purnama, tersimpan kisah mistis tentang cinta, pengkhianatan, dan dendam yang berubah jadi kekuatan mematikan seperti halnya santet.

Maya, wanita yang pernah mencintai dengan sepenuh hati, kini duduk di sebuah rumah tua dengan tatapan kosong.

Di tangannya, sebuah foto pernikahan usang bersama mantan suaminya, Bram, masih ia genggam. Senyum Bram di foto itu bukan lagi kenangan indah, tapi bara api yang membakar luka dalam hatinya.

Sejak Bram meninggalkannya demi Karina, gadis desa muda nan cantik, hidup Maya runtuh. Ia tak terima.

Cinta yang dulu jadi pelita, kini berubah jadi dendam yang mencekam. Maya bersumpah, Bram tak akan bahagia.

Yuk simak kisah Santet Purnama dilansir dari YouTube/Sejuta Kisah, selengkapnya!

Baca juga: Kisah Santet Tumpes Kelor: Teror Pocong dan Banaspati yang Hantui Satu Keluarga di Pekalongan

Mencari Kekuatan Gelap: Jalan ke Lereng Gunung Slamet

Bisikan-bisikan misterius mulai terdengar di rumah Maya. Bukan suara biasa, tapi suara yang tahu persis isi hatinya, rasa sakit, kecewa, dan keinginan membalas.

Ia teringat cerita lama dari sang nenek soal Mbah Wiryo, dukun sakti yang tinggal di lereng Gunung Slamet. Tanpa ragu, Maya mencari Mbah Wiryo.

Sesampainya di gubuk reot yang dipenuhi aroma kemenyan, Maya curhat soal sakit hatinya. Mbah Wiryo hanya mengangguk, lalu menyebut satu kata, "Santet.”

Tapi, ia juga memperingatkan, ini bukan permainan. Ada harga mahal yang harus dibayar. Maya tetap nekat. Ia siap kehilangan apa pun demi melihat Bram hancur.

Ritual Hitam di Tengah Hutan Karet

Di bawah sinar bulan, Mbah Wiryo mulai ritual. Boneka jerami bertuliskan nama Bram dan ditempeli fotonya menjadi media. Maya menyaksikan semuanya.

Ada energi aneh yang merasuk ke dalam tubuhnya. Di sisi lain, Bram mulai bermimpi buruk. Maya selalu muncul di mimpinya dengan mata merah menyala.

Tubuhnya mulai melemah. Sesak, nyeri, dan pusing melanda, padahal dokter tak bisa menemukan penyebabnya.

Tak cuma tubuhnya yang menderita, rumah Bram juga mulai 'berulah'. Lampu berkedip, pintu berdentam, dan bau bunga melati memenuhi ruangan. Karina, istrinya, mulai merasa ini bukan sakit biasa.

Baca juga: Kisah Tragis Santet Kembang Amben: Saat Mimpi Sepeda Berujung Petaka

Ilustrasi Santet Purnama. (Foto: Freepik @wirestock)

Kebenaran yang Tersingkap

Karina yang panik, mulai mencari jawaban. Ia akhirnya bertemu seorang kiai sepuh di Kendal yang bilang bahwa ini santet, dan pelakunya adalah orang yang sangat membenci Bram. Nama Maya disebut. Bram pun terpukul.

Rasa bersalah menggerogoti dirinya, tapi semua sudah terlambat. Kondisinya makin parah, bahkan hampir gila. Maya terus melanjutkan ritualnya, hingga Mbah Wiryo berkata, “Ini ritual terakhir. Setelah ini, tak ada jalan kembali.”

Serangan Balik: Karma Tidak Pernah Tidur

Gerhana bulan malam itu jadi saksi ritual pamungkas Maya. Tapi ada yang beda, kali ini tubuh Maya juga ikut terkuras.

Di sisi lain, Karina memanggil seorang guru spiritual yang lebih sakti. Ia ingin menyelamatkan suaminya dengan apapun caranya. Saat guru itu melakukan penangkal, santet Maya berbalik arah.

Tubuh Maya kejang-kejang. Ia menjerit kesakitan. Seolah ribuan jarum menyiksanya. Mbah Wiryo tiba-tiba menghilang, menyadari ada kekuatan yang tak bisa ia lawan.

Ritual terakhir itu membuat segalanya berubah. Bram perlahan pulih. Dokter pun bingung, tapi Karina tahu bahwa ini bukan keajaiban medis, ini hasil dari perlawanan spiritual.

Penyesalan yang Terlambat

Maya terbaring lemah, tubuhnya penuh luka aneh, jiwanya kosong. Dendam sudah ia bayar mahal.

Karina datang, bukan untuk membalas, tapi memberi pesan, dendam tak akan pernah bawa bahagia. Maya hanya bisa menatap kosong. Ia sadar, semua ini salahnya.

Beberapa waktu kemudian, Maya ditemukan meninggal di kamar mandi. Tubuhnya penuh lebam, tanpa penjelasan medis. Dendam membunuhnya perlahan, menyisakan kisah tragis yang jadi pelajaran.

Baca juga: Santet Gantung Waris: Kutukan Cinta yang Bikin Jomblo Seumur Hidup? Coba Kenali dan Netralisir!

Ilustrasi Santet Purnama. (Foto: Freepik @Freepik)

Bram dan Karina kini hidup lebih tenang. Mereka belajar menghargai hidup dan pentingnya saling memaafkan.

Tapi bayangan masa lalu tak sepenuhnya hilang. Meski santet sudah lenyap, bekas luka batinnya tetap ada.

Santet Purnama bukan cuma kisah horor tentang kekuatan gaib, tapi juga pengingat, dendam bisa lebih mematikan dari santet itu sendiri.

Jangan sampai luka hati mengubur nurani. Karena pada akhirnya, yang tersisa hanyalah penyesalan dan kehampaan.

Kalau kamu lagi ngerasa dikhianati, kecewa, atau marah, ingat ya jangan pernah main-main sama dendam.

Kadang, memaafkan lebih menyelamatkan daripada membalas. Karena karma gak butuh undangan untuk datang balik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU