Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 26 JULI 2025 • 11:06 WIB

Kisah Santet Tumpes Kelor: Teror Pocong dan Banaspati yang Hantui Satu Keluarga di Pekalongan

Kisah Santet Tumpes Kelor: Teror Pocong dan Banaspati yang Hantui Satu Keluarga di PekalonganIlustrasi Santet Tumpes Kelor. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Santet memang selalu bikin merinding, apalagi kalau korbannya satu keluarga. Namasantet tumpes kelormuncul di sebuah desa Pekalongan, menghebohkan karena menyerang Pak Suryo, Bu Marsinah, dan anak-anak mereka dengan cara yang mengerikan. Berikut ini kisah lengkap santet keluarga yang bikin bulu kuduk berdiri.

Yuk simak kisah Santet Tumpes Kelor dilansir dari Youtube @HOROR MALAM JUMAT selengkapnya!

Baca juga: Kisah Teror Santet Segoro Pitu: Keluarga Hancur karena Persaingan Dagang di Pasar!

Awal yang Mengejutkan

Kisah ini bermula dari keluarga Suryo dan Marsinah, pengusaha kain sukses yang memiliki anak-anak berprestasi yaitu Atmojo di Jakarta, Karyo di Surabaya, dan Romo yang membantu di Pekalongan.

Nama mereka melambung karena bisnis mereka lancar dan dikenal luas, hingga akhirnya “cemburu” itu berubah bentuk jadi niat jahat.

Pada pagi buta, mereka menerima kiriman kain putih berisi bangkai tikus dan lima paku karat, mewakili satu keluarga lima anggota.

Awalnya terlihat biasa saja, tapi pengiriman ini terus berulang selama 40 hari. Babiannya sudah tipis, Suryo pun memutuskan meminta bantuan Mbah Jungkir, seorang orang pintar setempat.

Makna Peluru Misterius

Menurut Mbah Jungkir, bangkai tikus menandakan kematian sedangkan lima paku mencerminkan lima anggota keluarga. Ini jelas bukan prank biasa. Laba-laba energi negatif sedang diarahkan ke keluarga itu.

Penanganannya? Dengan tanaman daun kelor sebagai penangkal santet, ditanam tepat di depan rumah, dan tidak boleh dipindah.

Serangan Banaspati dan Pocong Berkerumun

Sesaat setelah menanam kelor, Pak Suryo diganggu oleh sosok asing. Malam harinya, terdengar suara ledakan dari luar.

Ketika membuka tirai, terlihat puluhan pocong berdiri melotot dan menggoyangkan kepala sambil energi jahat melingkupi.

Serangan ini berbentuk banaspati, aura sihir menyeramkan yang gagal menembus perlindungan kelor.

Kekacauan Susul Ibu Tertukar Jiwa

Keesokan harinya, datang “pembeli” kain yang mencurigakan. Dia meminta agar kelor dipindahkan, jika tidak, dia batal bayar. Karena curiga, Suryo menolak.

Malam harinya, Romo hendak istikharah. Saat wudhu, muncul kain putih yang berubah jadi merah dan berisi tikus serta paku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Santet Tumpes Kelor: Teror Pocong dan Banaspati yang Hantui Satu Keluarga di Pekalongan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!