Buku Penuh Kutukan Mematikan yang Konon Berbahaya Jika Dibaca (mentalfloss.com)
INDOZONE.ID - Buku sering kali dianggap sebagai jendela pengetahuan. Namun, ada beberapa buku yang dikenal menyimpan misteri kelam dan kutukan mematikan bagi siapa pun yang berani membacanya.
Dari teks-teks kuno yang berisi ritual magis hingga karya fiksi yang menyeramkan, banyak orang percaya bahwa membaca buku-buku ini dapat mendatangkan malapetaka atau gangguan spiritual.
Berikut ini adalah 4 buku penuh kutukan yang konon berbahaya jika dibaca:
Dikenal sebagai "Kitab Suci Setan," buku paling berbahaya yang pernah ditulis. Dengan berat kurang lebih 74 kg dan tinggi 1 meter, buku ini berusia 800 tahun.
Baca Juga: 6 Buku Kuno Terlangka dan Paling Misterius di Dunia yang Belum Terpecahkan
Buku ini mengandung kutukan, dan siapa pun yang membacanya akan mendatangkan malapetaka bagi dirinya sendiri. Buku ini juga dikatakan menyimpan gambar iblis, yang menambah aura mistis dan menakutkan.
Historia del Huérfano (Flickr)
"Historia del Huérfano" adalah buku bahasa Spanyol, terkenal dengan tema gelap dan tragis tentang si yatim piatu. Buku ini ditulis oleh seorang pastor asal Spanyol yang bernama Martin de Leon y Cardenas.
Martin menulis Historia del Huérfano pada tahun 1608 hingga 1615. Namun, martin memutuskan bahwa buku ini sebaiknya tidak udah diterbitkan sama sekali.
Buku ini baru ditemukan oleh publik pada tahun 1965, di kumpul arsip milik yayasan Hispanik di New York, Amerika Serikat.
Baca Juga: Mengenal Tren Baru Salafisme di Kalangan Pemuda Indonesia
Buku ini wacana akan di terbitkan supaya isinya bisa dibaca oleh masyarakat. Namun, selama menyuntingan buku ini, Brenda Palacios mendapatkan peringatan supaya menjauhi buku ini.
Karena pernah ada 2 orang yang meninggal saat sedang menyunting buku ini, salah satunya meninggal karena penyakit misterius, sementara yang lain meninggal dalam kecelakaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mental Floss