Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 APRIL 2026 • 20:00 WIB

Terkuak! Rahasia Gelap di Balik Pembangunan Infrastruktur Zaman Belanda dan Mitos Tumbal

Terkuak! Rahasia Gelap di Balik Pembangunan Infrastruktur Zaman Belanda dan Mitos TumbalIlustrasi tumbal proyek. (Freepik)

INDOZONE.ID - Istilah "tumbal proyek" kerap muncul menjadi buah bibir saat pembangunan jembatan atau jalan raya sedang berlangsung.

Secara definisif, istilah ini merujuk pada spekulasi mistis mengenai perlunya pengorbanan makhluk hidup demi menjamin keamanan struktur bangunan.

Kepercayaan kolektif ini merupakan fenomena budaya yang memiliki rekam jejak sejarah panjang sejak masa kolonial, yang secara sosiologis masih memberikan pengaruh pada persepsi masyarakat Indonesia di era modern.

Bregas Pranoto menceritakan kisah menyeramkan tentang seorang penjahat sakti yang  bekerja sebagai kaki tangan pemerintah kolonial Belanda.

Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Bukit Kembar: Misteri di Balik Proyek Jalan Desa Tirta Asri

Peran utama mereka adalah menculik anak-anak guna dijadikan persembahan dalam proyek konstruksi jembatan maupun gedung pemerintahan.

Menurut catatan Onghokham, rumor ini sangat masif di pedesaan pada abad ke-19, di mana masyarakat percaya Belanda mencari dua tengkorak manusia untuk memperkokoh pondasi proyek mereka.

Imbasnya, stigma negatif terhadap pendatang, khususnya warga Belanda, meningkat tajam hingga sering kali berujung pada tindakan persekusi oleh warga yang ketakutan akan keselamatan buah hati mereka.

Namun, mungkinkah fenomena ini sebenarnya berakar dari sebuah miskomunikasi? Sejumlah referensi mencatat bahwa mitos ini diduga bermula dari salah tafsir penduduk lokal terhadap instruksi mandor Belanda.

Ketika mereka diminta untuk "bekerja menggunakan otak" atau berpikir secara teknis, keterbatasan bahasa membuat pesan tersebut disalahpahami sebagai kebutuhan akan kepala manusia secara harfiah.

Meski demikian, Bregas menilai fenomena ini jauh lebih dalam; ia berakar pada kepercayaan kuno masyarakat Asia Tenggara yang memandang penumbalan sebagai cara untuk "meminta izin" serta menyenangkan roh penunggu wilayah demi kelancaran pembangunan.

Fenomena ini mencerminkan dimensi kepercayaan kolektif serta upaya masyarakat dalam mencari proteksi spiritual.

Bregas turut menyoroti tradisi perburuan kepala pada masyarakat Dayak Mualang sebagai salah satu referensi budaya yang relevan.

Walaupun praktik serupa tidak ditemukan secara umum di Sumatra Utara, Jawa, maupun NTT, narasinya tetap memiliki keterkaitan erat dengan memori kelam aksi penculikan di era kolonial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Di Media Sosial

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Terkuak! Rahasia Gelap di Balik Pembangunan Infrastruktur Zaman Belanda dan Mitos Tumbal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!