Kamis, 17 APRIL 2025 • 18:21 WIB

Pengaruh Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Pembuatan Jalur Kereta Di Jawa Barat

Author

Damarinfo.

INDOZONE.ID - Stasiun merupakan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai tempat sekaligus sarana prasarana darat yang difungsikan sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api.

Stasiun kereta api menurut jenisnya terdiri atas stasiun penumpang, stasiun barang, dan/atau stasiun operasi. Stasiun penumpang merupakan stasiun kereta api untuk keperluan naik turun penumpang.

Stasiun barang merupakan stasiun kereta api untuk keperluan bongkar muat barang. Stasiun operasi merupakan stasiun kereta api untuk menunjang pengoperasian kereta api

Dengan didirikannya ketiga stasiun ini tentunya memiliki fungsinya masing-masing, baik bagi kemajuan infrastruktur kota itu sendiri maupun bagi wilayah-wilayah di sekitarnya, seperti contoh di stasiun Bandung yang pada awalnya didirikan sebagai sarana transportasi dari hasil-hasil perkebunan di kota Bandung itu sendiri menuju ke kota-kota besar seperti kota di dekat Pelabuhan agar memudahkan dalam distribusi laut menuju ke Eropa melalui Batavia.

Pengiriman bahan hasil perkebunan dilakukan melalui transportasi kereta api dikarenakan lebih efisien dan menghemat waktu daripada menggunakan transportasi darat berupa angkutan atau mobil.

Sebelumnya saat belum ada stasiun dan jalur perlintasan rel kereta api barang-barang hasil bumi yang diproduksi di kota-kota seperti Bandung, Sukabumi, dan Bogor disimpan di gudang-gudang penyimpanan sebelum dikirim menggunakan mobil atau truk truk besar

Pengaruh Pembuatan Jalur Kereta Api Terhadap Masyarakat

Dibangunnya stasiun-stasiun memunculkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perekonomian masyarakat, munculnya pasar-pasar dan warung menambah daya tarik dan keramaian kota.

Tumbuhnya transportasi mengakibatkan kota-kota persinggahan tumbuh semakin cepat, tak terkecuali Bandung. Adanya Stasiun Bandung mengakibatkan perdagangan semakin cepat sehingga tumbuh pasar sebagai pusat kegiatan sosial ekonomi.

Banyak bangunan-bangunan perdagangan yang didirikan di sekitarnya. Salah satu bangunan tersebut adalah Pasar Baroeweg atau yang saat ini dikenal dengan nama Pasar Baru.

Selain dari segi perekonomian juga berdampak pada keadaan sosial masyarakatnya seperti teknologis, geografis, atau geologis, yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial lainnya.

Dengan adanya teknologi transportasi di Jawa Barat pada abad ke-19, secara tidak langsung pada masa itu tumbuh perubahan sosial bagi pada masyarakat disekitarnya.

BACA JUGA: Bikin Heboh! Pesta Pernikahan Warga Tanjung Priok Ini Berlangsung di Tengah-tengah Rel Kereta Api

Pada dekade abad ke-19, di setiap ibukota kabupaten pada umumnya terdapat pasar yang dibuka dua kali dalam satu minggu. Pasar biasanya dikuasai oleh orang Cina sebagai penyewa tempat.

Beberapa orang Cina berperan sebagai perantara dalam penjualan garam, gula, tembakau, dan lain-lain. Dengan dibangunnya transportasi kereta api di Sukabumi misalnya, masyarakat pribumi menyambut dengan gembira, sebab kereta api merupakan sarana transportasi baru, sehingga banyak penduduk yang ingin mencobanya.

Kemudian seiring dengan perkembangan teknologi kereta api difungsikan menjadi sebuah sarana transportasi wisata yang dimanfaatkan oleh orang Belanda untuk menarik wisatawan dengan menaiki kereta dan menikmati pemandangan-pemandangan ada sekitar area rute perlintasan kereta api tersebut.


Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Peningkatan Pelayanan Angkutan Penumpang Antar Moda D

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU