INDOZONE.ID - Benteng Van der Wijck adalah salah satu benteng peninggalan masa Hindia-Belanda yang terletak di Jalan Saptamarga, Sidayu, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Lokasi benteng Van der Wijck bersebelahan dengan Sekolah Tamtama Tentara. Keunikan dari benteng Van der Wijck terlihat pada arsitektur yang berbentuk segi delapan dengan perpaduan batu bata berwarna merah yang sangat melekat pada ornamen benteng ini.
Sejarah Benteng Van der Wijck
Benteng Van der Wijck dibangun pada awal abad ke-19 tepatnya pada tahun 1818. Benteng Van der Wick awalnya dikenal dengan nama Fort Cochius atau Benteng Cochius.
Benteng ini dipimpin oleh Frans David Cochius yang merupakan seorang pemimpin prajurit Hindia Belanda.
Sepeninggalan Fort Cochius benteng ini kemudian dipegang oleh seorang Gubernur Jenderal bernama Van der Wijck.
Pada masa itu benteng Van der Wijck digunakan sebagai benteng pertahanan dari musuh saat terjadi perang Diponegoro (1825-1830).
Awalnya benteng Van der Wijck digunakan sebagai kantor administrasi VOC, kemudian beralih fungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai macam kebutuhan logistik tentara Belanda beberapa ruangan juga digunakan sebagai tempat untuk merawat tentara Belanda maupun pribumi yang menjadi korban pasca perang.
Baca Juga: Mitos Keramat Benteng Keraton Buton: Ada Roh Penjaga Keamanan hingga Gerbang ke Alam Gaib
Seiring berjalannya waktu benteng Van der Wijck beralih fungsi lagi sebagai sekolah Militer orang-orang Eropa pada tahun 1856.
Kemudian, pada masa kependudukan Jepang benteng Van der Wijck beralih fungsi sebagai tempat pelatihan bagi para anggota PETA (Pembela Tanah Air) pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Benteng Van der Wijck sempat terbengkalai beberapa tahun, kemudian memasuki tahun 2000 digunakan untuk pelatihan TNI AD.
Baca Juga: Mitos Munculnya Arwah Noni dan Pasukan Belanda Menampakkan Diri di Benteng Vredeburg
Pada tahun 2010 benteng Van der Wijck beralih fungsi sebagai tempat rekreasi keluarga dan wisata sejarah di dalamnya terdapat berbagai macam wahana permainan seperti kolam renang, kereta atas benteng maupun kereta wisata, terdapat berbagai macam satwa, dsb.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Adrisijanti, I. (2013). Benteng Dulu, Kini, Dan Esok, Digitalcollections.universiteitleiden