Rabu, 26 FEBRUARI 2025 • 18:25 WIB

Tragedi Kebakaran Kereta di Daegu: Saat Seorang yang Ingin Bunuh Diri Tewaskan 198 Jiwa Tak Bersalah

Author

Tragedi Kebakaran Kereta Api di Daegu Korea Selatan

INDOZONE.ID - Tahun 2003 menjadi tahun yang kelam bagi warga Daegu, Korea Selatan. Sebuah tragedi kebakaran kereta bawah tanah mengguncang negara ini, merenggut nyawa ratusan orang tak bersalah.

Kebakaran tersebut menjadi kecelakaan terparah sistem transportasi Korea Selatan dengan menewaskan 198 orang dan melukai setidaknya 147 orang.

Awalnya sumber api tersebut menyala di Stasiun Jungangno dari Daegu Metropolitan Subway. Api kemudian menyebar ke kereta kedua yang memasuki stasiun dari arah yang berlawanan.

Kim Dae-han

Penyebab api itu muncul dikarenakan perbuatan sengaja yang dilakukan oleh Kim Dae-han, seorang mantan sopir taksi pengangguran berusia 57 tahun.

Di balik peristiwa mengerikan ini, terdapat sebuah kisah yang memilukan tentang seorang pria yang putus asa dan tidak ingin mati sendirian.

Kim diketahui ia mengidap depresi akibat beragam penyakit yang ia derita dari pekerjaannya.

Ia diketahui memiliki penyakit stroke dan membuatnya dipecat dari pekerjaannya, karena sebagian tubuhnya lumpuh. Ia merasa hidupnya hancur dan tidak memiliki harapan.

Dalam keputusasaan, ia merencanakan tindakan yang mengerikan. Ia tidak ingin mati sendirian, sehingga ia melakukannya di publik di hadapan orang.

Baca Juga: Tradisi Unik China: Suami Gendong Istri Hamil di Atas Bara Api demi Persalinan Lancar

Kronologi Kebakaran Kereta di Daegu

Kronologi kebakaran kereta api Daegu Korea Selatan

Pada pagi hari tanggal 18 Februari 2003, dia naik kereta 1079 di Jalur 1 ke arah Daegu, membawa tas ransel berisikan dua karton susu hijau berisi cairan yang mudah terbakar.

Saat kereta mulai berjalan, Kim menyulut api ke kardus susu itu, sehingga para penumpang yang melihat aksi dari pria itu berusaha mencegah dan mencoba mematikan api pada tubuh Kim.

Usaha yang dilakukan oleh para penumpang akhirnya berhasil, akhirnya kim berhasil selamat sebelum api benar-benar membakar tubuhnya.

Namun, nahasnya salah satu kardus terjatuh dan menyambar kardus lainnya, hingga menimbulkan api itu menyala dan menyebar kerangkaian kereta.

Dua menit berselang, api telah menyebar ke enam gerbong di belakangnya. Operator kereta, Choi Jeong-hwan, gagal memberitahu petugas kereta bawah tanah segera tentang kebakaran tersebut.

Untungnya saat keadaan mulai kacau, Masinis dari kereta itu lalu menyuruh para penumpang untuk keluar dan melakukan evakuasi. Sayangnya, korban terparah berada di gerbong 1080.

Di gerbong tersebut, pintu kereta gagal terbuka, sehingga membuat para penumpang terkunci di kereta.

Peralatan darurat yang tidak memadai juga memperburuk bencana. Kereta bawah tanah Daegu tidak dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, dan stasiun tidak memiliki alat penyiram dan penerangan darurat.

Baca Juga: Perjalanan Manusia Ke Luar Angkasa Mempengaruhi Kesehatan!! Begini Penjelasannya

Koran yang menceritakan tragedi kebakaran kereta api di Daegu, Korea Selatan

Banyak korban menjadi bingung dalam gelap. Selain itu, banyak korban yang tewas akibat keracunan asap pembakaran yang mengelilingi bagian dalam stasiun.

Sistem ventilasi darurat juga terbukti tidak memadai. Lebih dari 1.300 petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api itu sendiri dipadamkan sekitar pukul 1:25 siang.

Namun, tingkat racun asap mencegah mereka memasuki stasiun selama tiga setengah jam setelah kebakaran.

Sekitar ada 191 mayat ditemukan dan diidentifikasi, sedangkan 6 mayat gagal diidentifikasi karena tubuhnya yang sudah hancur.

Insiden ini terjadi pada siang hari, sehingga banyak korban tewas adalah pelajar atau wanita muda yang bekerja di pusat kota Daegu.

Dari insiden ini sang Masinis, Choi Sang-yeol melarikan diri. Ia juga telah menghilangkan transkrip komunikasi radio, yang meningkatkan kecurigaan akan upaya penyembunyiannya.

Pada 26 Februari 2003 , pihak berwenang menangkap Kim Dae-han, yang melarikan diri ke rumah sakit untuk perawatan.

Mereka juga menangkap Choi dan enam pejabat Perusahaan Kereta Bawah Tanah Metropolitan Daegu, yang kepalanya dipecat pada hari yang sama.

Pada 7 Agustus, Pengadilan Distrik Daegu memvonis Choi Sang-yeol, operator kereta 1080, dan Choi Jeong-hwan, operator kereta 1079, menghukum mereka masing-masing selama lima dan empat tahun karena kelalaian kriminal.

Sedangkan Kim Dae-han divonis penjara seumur hidup, dan meninggal di penjara pada 31 Agustus 2004.

Writer: Hilwah Nur Puspitawati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Koreaherald.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU