INDOZONE.ID - Berdirinya alat kelamin milik Tutankhamun masih menjadi misteri, baik keberadaan maupun ceritanya.
Tutankhamun merupakan salah satu Firaun Mesir yang sangat terkenal. Ia memerintah Mesir pada 1332 hingga 1323 SM pada akhir Dinasti ke-18 Mesir kuno.
Seperti mayoritas raja Mesir lainnya, saat wafat, Tutankhamun dimumikan. Akan tetapi, terdapat penemuan yang janggal tentang mumi Tutankhamun.
Saat dikubur, alat kelamin sang firaun berdiri tegak 90 derajat. Ternyata, ada tidak alasan ia dikubur demikian.
Menurut beberapa peneliti, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan revolusi agama yang dimulai oleh ayahnya Tutankhamun, Akhenaten.
Saat peneliti menemukan jasad sang raja di Lembah Para Raja di Mesir, sang penis dimumikan dalam keadaan tegak.
Sementara itu, peti mati milik Tutankhamun ditutupi lapisan cairan berwarna hitam layaknya terbakar.
Hubungan Antara Tutankhamun dan sang Ayah
Menurut salah satu profesor dari American University di Kairo, Salima Ikram, penguburan Tutankhamun yang tidak biasa, untuk menyamakan dirinya (Tutankhamun) dengan Osiris, dewa akhirat.
Penguburan Tutankhamun seperti bentuk perlawanan terhadap Akhenten yang ingin membangun Agama Monoteistik.
Agama Monoteistik diartikan sebagai aliran kepercayaan yang hanya menyembah satu dewa.
Ayah Tutankhamun ingin mendirikan agama yang hanya menyembah Aten atau cakram matahari sebagai satu-satunya dewa pada saat kepemimpinannya.
Baca Juga: Firaun Tanpa Jantung, Mumi Tutankhamun Disebut Tak Menarik Hadapi Akhirat Mesir Kuno
Tidak hanya itu, Akhenten juga menghancurkan penyembahan untuk dewa lain dan membubarkan para pendeta. Akan tetapi, Tutankhamun tidak setuju dengan ayahnya.
Oleh sebab itu, kala Tutankhamun memerintah saat usia 10 tahun, ia berupaya mengembalikan Mesir ke agama tradisional, yakni menyembah berbagai dewa.
Setelah meninggal, para pendeta berusaha melanjutkan usaha Tutankhamun dengan menegakkan penisnya, menurut spekulasi Profesor Ikram.
“Penis yang tegak tersebut membangkitkan Osiris pada momen regeneratifnya yang paling kuat dan seperti ‘mumi jagung’ simbol klasik kelahiran kembali dan kebangkitan,” ungkap Profesor Ikram dalam tulisannya di Jurnal Etudes et Travaux.
Kulit Tutankhamun, yang berwarna hitam, sebagai bentuk upaya sang raja untuk terlihat seperti Osiris.
Baca Juga: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Orang Mesir Dikesampingkan dalam Penemuan Mumi Tutankhamun
Menariknya, tidak ada mumi lain yang ditemukan dalam bentuk yang sama seperti Tutankhamun.
Patah atau Menghilang?
\Namun, kondisi mumi Tutankhamun tidak lengkap, yakni bagian penisnya telah hilang.
Terdapat asumsi, bahwa saat mumi Tutankhamun ditemukan, ada bagian dari badannya yang retak sehingga penisnya patah. Beberapa juga berasumsi, bahwa penis sang raja dicuri, lalu dijual.
Penulis: Gadis Kinamulan Esthiningtyas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Live Science, The Atlantic, Independent UK