INDOZONE.ID - Ini adalah kisah tentang Frank Lucas, seorang pria kelahiran La Grange, North Carolina, AS pada 9 September 1930.
Frank adalah anak dari Fred Lucas dan Mahalee Jones.
Di usianya yang ke-12, Frank menjadi saksi dari kasus pembunuhan sepupunya sendiri yang dilakukan oleh kelompok Ku Klux Klan, hanya karena sepupunya menatap seorang wanita kulit putih dengan tatapan genit.
Bukannya trauma, Frank malah tertarik dengan dunia kriminal. Ia memulai kariernya sebagai penjahat.
Baca Juga: Kisah Babe Ruth: Masa Kecil yang Sulit Hingga Menjadi Legenda Bisbol
Pada awal kariernya, Frank pernah memukul ayah pacarnya sendiri usai keduanya terlibat cekcok.
Bermodalkan sebuah pipa, Frank membuat ayah pacarnya pingsan. Kemudian ia menggasak uang sebesar $400 dari brankas milik keluarga pacarnya.
Frank kemudian kabur ke Harlem, New York untuk memulai karier kriminalnya yang baru.
Selama di Harlem, ia menjadi seorang penjudi sekaligus kaki tangan dari ketua gangster di Harlem bernama Bumpy Johnson.
Frank melayani Bumpy hingga akhir hayatnya di tahun 1968.
Selepas kematian Bumpy, Frank mulai semakin termotivasi untuk menjadi seorang ketua gangster.
Pada mulanya, Frank "mencari ilmu" dengan berangkat ke Bangkok, Thailand.
Baca Juga: Misteri Mayat Bertopeng Timah: Kasus Tak Terpecahkan di Brasil
Saat di Bangkok, Frank bertemu dengan seorang mantan tentara AS bernama Leslie Atkinson.
Bersama Leslie, Frank memulai bisnis haramnya sebagai pemasok narkoba ke AS melalui Thailand. Dari bisnisnya ini, Frank meraup untung sebesar $1 juta per hari.
Berkat Leslie, Frank bisa mengetahui celah di mana dirinya bisa menyelundupkan narkoba ke negeri Paman Sam. Untuk jenis narkoba yang kerap dijualnya adalah heroin.
Kekayaan Frank sukses membuatnya menjadi sang Raja Heroin di Harlem, New York.
Ia menghabiskan harta kekayaannya dengan mendirikan kantor bisnis, apartemen dan beberapa lahan peternakan.
Baca Juga: Misteri Suku Bunian di Sumatra: Makhluk Gaib atau Primata Misterius?
Usaha haram Frank juga menjadi santapan bagi para kaum elite di AS, di mana Frank memiliki beberapa pelanggan setia dari kalangan tokoh politik, petinggi gangster sampai selebritis.
Sampai di bulan Januari 1975, Frank akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya yang berlokasi di Teaneck, New Jersey.
Menariknya, itu bukanlah kali pertama dan terakhirnya Frank masuk penjara. Nyatanya, Frank pernah dipenjara lagi pada tahun 1984 dan 2012.
Pada masa tahanan pertamanya, Frank direncanakan untuk dipenjara dengan hukuman maksimal seumur hidup, namun ia hanya ditahan selama 5 tahun usai vonisnya resmi diberikan pada tahun 1977.
Di tahun 1984, Frank dipenjara selama 7 tahun karena kasus kepemilikan narkoba.
Di tahun 2012, Frank mendapat vonis 5 tahun penjara karena melanggar kebijakan kesehatan untuk penyandang disabilitas.
Hal ini disebabkan oleh kondisi tubuh Frank yang mulai lumpuh usai mengalami kecelakaan lalu lintas.
Soal kehidupan pribadinya, Frank menikahi Julie Farrait. Bersama Julie, Frank dikaruniai 7 orang anak.
Baca Juga: Genset Acara Dangdutan Mati, Warga Panggil Orang Pintar buat Ngusir Roh Jahat
Frank diketahui mulai menjadi seorang penganut agama Katolik yang taat usai mendekam di penjara.
Walaupun ia dipenjara sebanyak 3 kali sepanjang hidupnya, Frank terus menjalani agamanya dengan taat.
Frank meninggal pada 30 Mei 2019 pada usia 88 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Cedar Grove, New Jersey.
Kisah hidup Frank menjadi sumber inspirasi utama dalam film American Gangster yang dirilis pada tahun 2007. Dalam film ini, Frank diperankan oleh aktor kawakan AS, Denzel Washington.
Baca Juga: Kisah Mary Bell, Remaja 11 Tahun yang Jadi Pembunuh Berantai Termuda dalam Sejarah Inggris
Selain film, kisah hidup Frank juga diabadikan dalam format serial TV. Fun fact, Frank menjadi inspirasi utama dari karakter Lincoln Clay, salah satu karakter yang ada dalam game Mafia III.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Allthatsinteresting.com