Kamis, 26 SEPTEMBER 2024 • 10:07 WIB

Kilas Balik Insiden Garuda Indonesia Penerbangan 152, Kecelakaan Pesawat Paling Mematikan di Indonesia

Author

Pesawat Terbang Garuda Indonesia 152

INDOZONE.ID - Tanggal 26 September 1997 akan selalu dikenang sebagai salah satu hari tersuram dalam sejarah penerbangan Indonesia.

Pada saat itu, Pesawat Terbang Airbus A300B4-220 milik maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 152 sedang dalam perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, menuju Bandara Internasional Polonia, Medan.

Pesawat ini membawa 12 orang kru dan 222 orang penumpang, dengan Kapten Hance Rachmo Wiyogo sebagai pilotnya dan Sutomo sebagai co-pilotnya.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Sakoku: Kebijakan Isolasi yang Mengubah Sejarah Jepang

Pada saat itu, pihak pemandu lalu lintas udara (ATC) juga sedang melayani 2 penerbangan lain di Bandara Polonia, sehingga fokus merekapun terbagi-bagi. Ditambah lagi, saat itu cuaca di kota Medan sedang berkabut akibat pembakaran hutan liar yang tengah terjadi.

Sebenarnya, pesawat Garuda Indonesia 152 (GA152) ini sudah hampir sampai di tujuan. Karena tebalnya kabut saat itu, membuat Kapten Hance hanya bisa mendarat mengikuti instruksi dari pihak ATC.

Pada pukul 13:27 WIB, GA152 diminta untuk menurunkan ketinggiannya oleh ATC. Kemudian, ATC meminta GA152 untuk berbelok ke arah kanan, yang mana petunjuk tersebut mengarahkan pesawat ke Bukit Barisan, bukan ke arah lintasan bandara yang semestinya.

Baca Juga: Kisah Heroik Jesse Lewis: Bocah 6 Tahun yang Rela Mati demi Temannya dalam Tragedi Penembakan Sandy Hook!

Muncul keraguan antara kedua belah pihak. Setelah dilakukan konfirmasi lagi, pesawat pun hanya bisa mengikuti instruksi yang diberikan.

Naas pada pukul 13:31 WIB, pesawat GA152 terjatuh di hutan dekat Desa Buah Nabar usai bagian sayap kanannya menabrak pepohonan.

Sempat ada kendala dalam proses evakuasi korban karena minimnya akses menuju lokasi jatuhnya pesawat. Beruntung, kendala tersebut bisa diatasi.

Baca Juga: Misteri Kapal S.S. Ourang Medan: Kematian Mengerikan di Laut yang Belum Terpecahkan

Ketika ditemukan, hanya tersisa bagian ekornya saja, sementara bagian badan pesawat lainnya hancur berkeping-keping. Tim penyelamat juga tidak menemukan satupun penumpang dan kru pesawat yang masih hidup.

Bagian black box pesawat baru ditemukan 26 hari pasca kejadian, dimana kotak ini terkubur di dalam tanah sedalam 20 cm pada jarak 20 meter dari bangkai pesawat.

Dokumentasi kejadian

Terdapat kesalahan instruksi yang diberikan oleh pihak ATC kepada pesawat GA152. Seharusnya, pesawat tidak diarahkan ke Bukit Barisan untuk memasuki jalur lintasan yang semestinya. 

Namun sekali lagi, faktor fokus petugas ATC yang terbagi-bagi menjadi penyebab utamanya. Menariknya, kesalahan pihak ATC ini tidak disebutkan dalam situs web resmi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Diduga hal tersebut dilakukan untuk melindungi privasi pihak yang disalahkan oleh publik dan media di kemudian hari, padahal bukti transkrip percakapan antara pilot dan pihak ATC sudah dirilis di ke publik.

Dengan total korban sebanyak 234 jiwa, kecelakaan GA152 menjadi kecelakaan pesawat paling mematikan di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: AviaHistoria

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU