INDOZONE.ID - Hulda Hoehn Crooks adalah seorang pendaki Gunung, praktisi diet dan aktivis vegetarian asal Saskatchewan, Kanada kelahiran 19 Mei 1896.
Ia adalah salah satu anak dari pasangan peternak yang memiliki 18 orang anak.
Hulda pindah ke San Francisco untuk melanjutkan pendidikannya di Pacific Union College, kemudian Ia meneruskan studinya di Loma Linda University. Di situlah Hulda bertemu dengan sang Suami yang bernama Samuel Crooks.
Sayangnya, Hulda harus ditinggal sang Suami untuk selamanya pada tahun 1950. Menariknya, untuk menghibur diri selepas kepergian sang Suami, Hulda pun mulai sering mendaki Gunung.
Baca juga: Reinhold Messner, Pendaki Solo Tanpa Oksigen Di Gunung Everest
Tak hanya itu, Hulda mendaki Gunung dengan tujuan untuk menyembuhkan diri dari Pneumonia yang diidapnya.
Memasuki usianya yang ke-65, Hulda mulai rutin mendaki Gunung Whitney. Selama 26 tahun, Hulda sudah mendaki Gunung tersebut sebanyak 23 kali.
Karena kebiasaannya itu, Hulda pun mulai mendapat julukan "Nenek Whitney" oleh komunitas pendaki Gunung lainnya. Selain Gunung Whitney, Hulda juga sudah mendaki 97 Gunung lainnya dalam periode yang sama.
Pada 24 Juli 1987, Hulda berhasil menambah kepopulerannya usai mendaki Gunung Fuji di Jepang pada usia 91 tahun.
Dalam perjalanannya, Hulda sampai disponsori oleh Dentsu, salah satu perusahaan media di Jepang. Bukan cuma sebagai sponsor, Dentsu juga mengambil foto Hulda yang sedang mendaki puncak Gunung Fuji.
Selain mendaki Gunung, Hulda juga pernah menyusuri Jalur John Muir di dataran tinggi Sierra Nevada. Jalur ini memiliki jalan sepanjang 340 kilometer.
Butuh waktu selama 5 tahun bagi Hulda untuk menyusuri jalur itu seutuhnya, tentunya Hulda melakukan penelusuran itu secara berangsur-angsur.
Sejumlah penghargaan pun mulai Hulda dapatkan per tahun 1990, mulai dari pemberian nama pada salah satu puncak di Gunung Whitney yang bernama Puncak Crooks, sampai peresmian taman di Loma Linda yang dinamakan Hulda Crooks Park.
Selang 6 tahun sejak peresmian Hulda Crooks Park, Hulda menghembuskan napas terakhirnya pada 23 November 1997.
Ia wafat di usia 101 tahun dan dimakamkan di Montecito Memorial Park, California.
Sebelumnya disebutkan kalau Hulda adalah seorang praktisi diet dan aktivis vegetarian. Faktanya, karena 2 pola hidup sehat itulah yang membuatnya bisa hidup sampai 101 tahun.
Hulda menjalani pola makan Lacto-ovo Vegetarian, dimana dirinya pantang memakan daging hewan, namun ia hanya mengonsumsi makanan yang diproduksi oleh hewan, seperti telur, susu dan turunannya.
Baca juga: Pendaki Asal Amerika Serikat Meninggal Di Gunung Semeru
Pola makan ini sudah Ia terapkan sejak usia 18 tahun. Soal diet yang Ia jalani, Ia melakukannya sejak berkuliah di Loma Linda University.
Hulda sempat bekerja sebagai peneliti kesehatan di Loma Linda University. Pada periode 1963-1964, Hulda merilis sejumlah karya tulis seputar pola makan vegetarian bersama Hardinge for the Journal of the American Dietetic Association.
Hulda mensponsori acara tahunan di Loma Linda University bernama Annual Hulda Crooks Gala tahun 1988 dan 1989. Di acara tersebut, Hulda memberikan sebuah beasiswa khusus bagi mahasiswa ilmu kesehatan yang berbakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Findagrave.com, Barbaradevore.com, Facebook @History By Day